Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

DAERAH

Keracunan MBG Tembus 1.300-an Korban

badge-check


					Foto: dok. Kumparan Perbesar

Foto: dok. Kumparan

INAnews.co.id, Jakarta– Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di beberapa sekolah di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Kamis (25/9/2025), jumlah siswa yang terdampak mencapai lebih dari 1.300 orang dari berbagai jenjang pendidikan mulai SD, SMP hingga SMA.

Menurut Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, korban tersebar di beberapa klaster, antara lain di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas. Dari tiga klaster yang tercatat, 730 pelajar dari klaster Neglasari menjadi yang terbanyak terdampak, diikuti 411 siswa dari klaster Cijambu, serta 192 siswa dari klaster Mekarmukti, Cihampelas. Mayoritas korban mengalami mual, muntah, pusing, serta sesak napas dan telah mendapatkan penanganan medis, baik rawat jalan maupun rawat inap di RSUD Cililin.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa keracunan diduga berasal dari menu MBG yang dibagikan ke para siswa, salah satunya ditemukan adanya belatung pada buah dalam paket makanan. Dapur penyedia MBG telah disegel oleh pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan terus melakukan evakuasi dan penanganan untuk memastikan keselamatan para pelajar.

Kapolsek Cililin memastikan bahwa penanganan kasus ini masih berlangsung dan pihak kepolisian serta dinas kesehatan terus melakukan koordinasi untuk menangani penyebaran kasus ini.

Berita ini merujuk pada laporan dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, Kepala Puskesmas Cipongkor, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, serta sumber resmi lainnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Populer POLITIK