Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

SOSIAL

Alasan Buruh Dukung Palestina

badge-check


					Foto: M Rusdi/tangkapan layar Perbesar

Foto: M Rusdi/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Buruh yang tergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) kembali menggelar aksi solidaritas untuk Palestina bertepatan dengan peringatan 2 tahun peristiwa Taufan Al Aqsa dan Hari Kerja Layak Sedunia, Rabu (8/10/2025) lalu.

Presiden Konfederasi Asosiasi Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia), Muhammad Rusdi, menegaskan bahwa kaum buruh Indonesia memiliki alasan kuat untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina.

“Pertanyaannya adalah mengapa kaum buruh Indonesia harus peduli kepada Palestina? Yang pertama adalah bahwasanya kita berhutang budi kepada Palestina. Karena di saat Indonesia memperjuangkan kemerdekaannya, Palestina adalah negara awal yang mendukung kemerdekaan Indonesia,” ujar Rusdi.

Rusdi mengingatkan bahwa 7 Oktober bertepatan dengan Hari Kerja Layak Internasional (World Day for Decent Work). Namun ironinya, rakyat Palestina justru tidak memiliki akses terhadap pekerjaan layak, upah layak, bahkan pekerjaan itu sendiri.

“Jangankan upah layak, jangankan jaminan sosial, pekerjaan aja buat mereka enggak ada. Karena negara mereka dihancurkan, masyarakatnya ingin dihancurkan oleh Zionis Israel,” tegasnya.

Mengutip sejarah, Rusdi mengingatkan bagaimana buruh pelabuhan Mesir pernah membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan menghalau barang-barang dari Belanda. Begitu pula buruh Australia yang turut memberikan solidaritas.

“Maka saat ini apakah buruh Indonesia akan tinggal diam? Tidak. Karenanya sampai kapan Indonesia berjuang? Sampai Palestina merdeka,” serunya disambut teriakan massa.

Dalam aksinya, AASB mengajukan empat tuntutan utama. Pertama, kepada Amerika Serikat untuk menghentikan segala bantuan kepada Israel. “Amerika stoplah ngaku-ngaku Bapak demokrasi padahal dia hari ini adalah negara yang paling berperan mendukung Israel,” kritik Rusdi.

Kedua, kepada Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk lebih tegas dalam menyikapi kondisi pekerja Palestina dan tidak membiarkan apa yang terjadi di sana.

Ketiga, kepada PBB untuk memberikan sanksi setegas-tegasnya kepada Israel dan Amerika. “PBB bubar aja kalau PBB enggak ada manfaatnya,” ujar Rusdi tegas.

Keempat, mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Palestina. Rusdi menyebut puluhan kapal aktivis kemanusiaan diblokade, ditangkap, bahkan ditahan.

“Membiarkan orang kelaparan, tidak bisa makan, tidak bisa minum, diisolasi, dihancurkan gedungnya, diputus airnya. Ini adalah pembunuhan massal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK