Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

POLITIK

1 Persen Orang Kaya Kuasai 70 Persen Aset Lahan

badge-check


					Foto: Rizal Taufiqurrohman/tangkapan layar Perbesar

Foto: Rizal Taufiqurrohman/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Ketimpangan ekonomi Indonesia mencapai titik mengkhawatirkan, di mana 1 persen kelompok terkaya menguasai hampir 70-80 persen aset lahan di Indonesia, sementara petani hanya memiliki rata-rata 0,5 hektar.

Rizal Taufiqurrohman, Kepala Center Macroeconomic & Finance INDEF, menjelaskan fenomena “serakah-nomics” ini menciptakan jurang kesejahteraan yang semakin lebar. “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin tertekan. Dan inilah kemudian diberikan bantalan-bantalan jangka pendek yang pada akhirnya naik turun, naik turun,” kritiknya.

Data menunjukkan rekening dengan tabungan di bawah Rp 2 juta semakin banyak, bahkan ada fenomena “makan tabungan”. Sebaliknya, jumlah rekening dengan saldo di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar terus bertambah.

Yang lebih memprihatinkan, ketimpangan di perkotaan justru lebih tinggi. “Di perkotaan biaya hidup lebih tinggi, aksesibilitas transportasi mahal, tapi lapangan kerja formal terbatas. Makanya kemiskinan di perkotaan lebih dominan dibanding pedesaan,” jelas Rizal.

Kelas menengah yang seharusnya menjadi penyangga ekonomi justru terus menyusut. “Hampir dalam 5 tahun itu sudah 10 jutaan penurunannya. Ini harus dijaga karena kontribusi mereka terhadap konsumsi hampir 60 persen,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK