Menu

Mode Gelap
Mardani Usul Pilkada Asimetris: Gubernur Lewat DPRD, Bupati-Wali Kota Tetap Langsung Demo Massa LPMLK Ricuh Desak Presiden Prabowo Pecat Menteri Nusron Wahid dan Kepala BPN Jakarta TimurĀ  Penyaluran KUR Pekerja Migran Didorong Tepat Waktu dan Tepat Sasaran Pengamat Menimpali Kritik Aktivis atas Kunjungan Gibran ke Papua 2026: Data Center dan Energi Terbarukan Jadi Sektor Prioritas Investasi Penilai Kinerja Menteri Hak Presiden

ENERGI

Bahlil Bantah Monopoli BBM

badge-check


					Foto: Bahlil Lahadalia/tangkapan layar Perbesar

Foto: Bahlil Lahadalia/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah tuduhan monopoli Pertamina dalam distribusi BBM. Ia menegaskan bahwa badan usaha swasta seperti Shell, BP, dan Vivo telah menerima kuota impor 110 persen di tahun 2025, naik dari tahun 2024.

“Tidak ada monopoli. Mereka sudah mendapat kuota masing-masing 110 persen. Ketika kuota habis di bulan Agustus atau September, saya minta mereka kolaborasi dengan Pertamina secara B2B,” kata Bahlil dalam wawancara di kanal Kasisolusi, Senin (12/1/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa ketika beberapa badan usaha swasta kehabisan kuota impor, pemerintah memfasilitasi kolaborasi dengan Pertamina. Ia menolak keras tekanan dari oknum pengusaha yang menggunakan media sosial untuk mempengaruhi kebijakan.

“Ada oknum yang memframing seolah-olah terjadi PHK karena mereka jual kopi, bukan BBM. Padahal mereka tetap jual solar dan profit mereka seharusnya sudah tercapai di bulan Agustus-September,” jelasnya.

Mantan Ketua Umum HIPMI ini menegaskan negara berhak mengatur pengusaha sesuai UUD 1945 Pasal 33 yang menyatakan cabang produksi penting harus dikuasai negara, namun tetap adil kepada pengusaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

2026: Data Center dan Energi Terbarukan Jadi Sektor Prioritas Investasi

19 Januari 2026 - 17:55 WIB

Momentum Emas Mereformasi Subsidi Energi Indonesia di Tengah Turunnya Harga Minyak

15 Januari 2026 - 16:38 WIB

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Populer EKONOMI