INAnews.co.id, Jakarta- Pemerintah menargetkan sektor data center dan energi terbarukan menjadi pendorong utama investasi Indonesia tahun 2026 seiring proyeksi peningkatan signifikan di kedua bidang tersebut.
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyebut minat hyperscaler global untuk membangun data center di Indonesia sangat tinggi setelah sebelumnya banyak berinvestasi di Johor dan Thailand. “Investasi data center akan meningkat sangat signifikan tahun ini. Kita sudah bertemu dengan banyak hyperscaler,” katanya, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Di sektor energi terbarukan, potensi Indonesia mencapai 3.700 GW tetapi baru terpasang 15,1 GW. Sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, 76 persen energi Indonesia ke depan akan berasal dari sumber terbarukan. “Potensi kita besar di solar, hydro, dan geothermal. Jepang banyak berinvestasi di geothermal, termasuk di Aceh senilai USD600 juta yang closing tahun lalu,” ujarnya.
Sektor lain yang diproyeksikan tumbuh adalah waste to energy dengan proses tender yang sudah dimulai dan mendapat respons tinggi dari investor. Kawasan industri dan perumahan juga akan meningkat signifikan, didorong program pemerintah yang diterjemahkan Kementerian Perumahan.
Hilirisasi tetap menjadi fokus dengan perluasan ke berbagai komoditas. “Perikanan akan meningkat signifikan tahun ini. Bauksit menjadi aluminium juga, minimal ada empat pabrik yang mulai beroperasi,” kata Rosan.
Target investasi 2026 ditetapkan lebih dari Rp2.100 triliun, naik signifikan dari capaian 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun.






