INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Ubedilah Badrun menilai elite politik Indonesia saat ini sedang sakit karena mengabaikan prinsip-prinsip penting dalam mengelola negara. Dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Selasa (20/1/2026), ia menegaskan bahwa persoalan Pilkada bukan terletak pada sistemnya, melainkan pada karakter elite politik yang tidak melakukan perbaikan fundamental.
“Yang harus dibenahi adalah karakter elite politiknya, bukan sistemnya. Kalau perkaranya biaya politik mahal, apa sih yang membuat mahal? Yang mahal adalah biaya kenakalan politik seperti mahar politik,” ujar Ubedilah.
Ia membedakan tegas antara biaya prosedural pemilu dengan biaya kenakalan politisi. Menurut risetnya, setiap Pilkada di kabupaten menghabiskan dana di atas 50 miliar rupiah dari kandidat, belum termasuk biaya lainnya yang merupakan “uang kenakalan.”






