INAnews.co.id, Jakarta – Akbar Faizal, mengaku menyesal membeli mobil listrik China, BYD Seal.
Penyelsalan ini diungkapkannya setelah mendapatkan pengalaman buruk pada layanan after sales ketika unit miliknya mengalami masalah.
Dalam cuitannya di platform X dan beredar luas di Instagram , mantan anggota DPR RI periode 2009-2013 dan 2014-2019 ini mengatakan penjualan BYD di Indonesia hebat.
Tapi, pelayanan yang diberikan oleh produsen asal China tersebut dinilai buruk.
“Saya membeli mobil BYD Seal Premium di Sudirman. Desember 2025, mobil bermasalah karena oleng dan joget saat dikendarai. Pihak BYD, leasing, asuransi, dan bengkel yang dipilih diler saling lempar tanggung jawab,” ucap Akbar Faizal, dikutip, Sabtu, 11 April 2026.
Akbar Faizal mengaku harus menunggu selama dua bulan untuk mendapatkan hasil dari pemeriksaan BYD Seal miliknya yang bermasalah. Namun setelah menerima kembali unitnya pihak bengkel salah melakukan analisa yang malah memperburuk keadaannya.
“Dua bulan lebih mobil saya tak jelas nasibnya. Hingga ditangani bengkel mereka. Ternyata mereka salah analisa dan jogetnya makin parah. Saya kembalikan ke mereka lagi. Sudah masuk bulan ke-4 tanpa kejelasan,” ungkap Akbar Faizal.
Padahal, bengkel dan dealer tersebut merupakan rekomendasi dari pihak asuransi. Namun kata Akbar, bengkel tersebut ternyata tak dapat membenahi masalah yang ada pada BYD Seal miliknya.
Akbar juga keluhkan dengan diperparah dengan pihak jasa pembiayaan yang meneror Akbar Faizal karena belum membayar cicilan pada bulan April 2026.
Padahal, sebelumnya ia membayar angsuran secara rutin dan penunggakan ini sebagai bentuk protesnya karena tidak dapat menggunakan mobilnya selama 4 bulan.
“Pada Maret, untuk pertama kalinya saya ambangkan cicilan meski tetap saya bayar. Namun per April, saya tak mau bayar. Pihak Clipan Finance seperti orang gila menelpon menagih. Mereka gunakan puluhan nomor. Kuabaikan. Hari ini, Jumat 10 April Clipan kirim surat peringatan pertama. Mereka tak peduli nasib mobil saya,” ucapnya.
Akbar Faizal pun juga mengirimkan somasi ke tiga pihak, yakni BYD, Clipan Finance, dan Asuransi MAG (Multi Artha Guna). Akbar juga me-mention Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengaudit perusahaan tersebut.
“Saya meminta OJK mulai bekerja serius menangani perusahaan payah seperti ini. Itu tugas kalian,” ujarnya.
Terkait pemberitaan ini belum ada keterangan resmi dari pihak BYD, Clippan Finance dan Asuransi Multi Artha Guna.






