Menu

Mode Gelap
Ekonomi Tumbuh tapi Rupiah Lemah dan Fiskal Tertekan Kasus Korupsi LPEI, CBA Pertanyakan KPK Kelanjutan Pemeriksaan Direktur BNI Munadi Herlambang Distribution Goals: Strategi Distribusi Daging Agar Tepat Sasaran dan Berkesan Pertumbuhan 5,61 Persen tapi Rakyat tak Merasakannya Dukcapil Dorong Verifikasi Digital dan Keamanan Data Pribadi KTP-el Tetap Sah untuk Check-in Hotel dan Layanan Publik

UPDATE NEWS

10 Juta Kelas Menengah Hilang, Industri Otomotif Terpukul

badge-check


					10 Juta Kelas Menengah Hilang, Industri Otomotif Terpukul Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Penurunan jumlah kelas menengah Indonesia sebanyak 10 juta orang dalam satu dekade terakhir menjadi faktor dominan yang menekan industri otomotif nasional, termasuk memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di kawasan industri Karawang, Bekasi, dan Cikarang.

Hal itu disampaikan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara usai menghadiri pertemuan dengan serikat pekerja otomotif di Karawang, Senin (11/5/2026). “Bukan karena harga mobilnya naik, tapi daya belinya yang turun,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya, Senin (11/5/2026).

Bhima menjelaskan, kelompok menengah yang sebelumnya menjadi tulang punggung pasar kendaraan kini banyak beralih kembali ke sepeda motor atau transportasi umum. Sementara itu, kendaraan listrik justru hanya terjangkau oleh 20 persen kelompok teratas. Faktor lain yang memperparah kondisi adalah penggunaan alat berat dan kendaraan niaga impor dari Tiongkok dalam proyek hilirisasi di kawasan industri, sehingga tidak menyerap produk maupun tenaga kerja domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

7 Mei 2026 - 09:52 WIB

Reaksi Indonesia atas Serangan Rudal dan Drone ke Kilang Minyak Emirat Arab

6 Mei 2026 - 16:45 WIB

Buruh Nelayan Perempuan Kerja 24 Jam, tak Ada Jaminan

5 Mei 2026 - 21:49 WIB

Populer UPDATE NEWS