INAnews.co.id, Jakarta– Penurunan jumlah kelas menengah Indonesia sebanyak 10 juta orang dalam satu dekade terakhir menjadi faktor dominan yang menekan industri otomotif nasional, termasuk memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di kawasan industri Karawang, Bekasi, dan Cikarang.
Hal itu disampaikan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara usai menghadiri pertemuan dengan serikat pekerja otomotif di Karawang, Senin (11/5/2026). “Bukan karena harga mobilnya naik, tapi daya belinya yang turun,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya, Senin (11/5/2026).
Bhima menjelaskan, kelompok menengah yang sebelumnya menjadi tulang punggung pasar kendaraan kini banyak beralih kembali ke sepeda motor atau transportasi umum. Sementara itu, kendaraan listrik justru hanya terjangkau oleh 20 persen kelompok teratas. Faktor lain yang memperparah kondisi adalah penggunaan alat berat dan kendaraan niaga impor dari Tiongkok dalam proyek hilirisasi di kawasan industri, sehingga tidak menyerap produk maupun tenaga kerja domestik.






