Menu

Mode Gelap
Anies Puji Dino usai Eks Diplomat Kritisi Seringnya Prabowo ke Luar Negeri Peradilan Militer Dinilai tak Mampu Hadirkan Keadilan dalam Kasus Andrie Yunus Stabilitas Kebijakan Kunci Selamatkan Rupiah Anomali: Rupiah Melemah saat Dolar AS Melemah di Dunia Petani Sawit Buntung Akibat Rupiah Lemah Survei: 56 Persen Rakyat Nilai Ekonomi Sedang Buruk

UPDATE NEWS

Anies Puji Dino usai Eks Diplomat Kritisi Seringnya Prabowo ke Luar Negeri

badge-check


					Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia Perbesar

Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Mendikbud Anies Rasyid Baswedan memberikan apresiasi terbuka kepada diplomat senior Dino Patti Djalal lewat unggahan di akun X pribadinya, Selasa (2/6/2026). Pujian itu datang tak lama setelah Dino, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI)—menyuarakan kritik terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlampau sering.

Dalam unggahannya, Anies menelusuri perkenalan dan perjalanannya mengenal sosok Dino, mulai dari kesan pertama hingga rekam jejak karier panjang sang diplomat. Anies mengisahkan, ia pertama kali mendengar nama Dino saat masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Kala itu, seorang diplomat muda Indonesia di London tampil berani di BBC World Debate, berhadapan langsung dengan diplomat senior José Ramos-Horta, di tengah tekanan internasional terhadap Indonesia. Penampilan Dino yang disebut Anies “gemilang” dalam menjaga nama dan wibawa Indonesia itu menjadi kesan pertama yang membekas.

Pertemuan langsung keduanya baru terjadi beberapa tahun kemudian, saat Anies sedang menempuh program doktoral (PhD) di Illinois. Dino datang ke Chicago untuk menjelaskan kondisi mahasiswa dan diaspora Indonesia pascatragedi 9/11. “Yang kami temui adalah diplomat muda yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan ketenangan diplomatik yang sulit ditiru,” tulis Anies.

Anies juga menyoroti peran Dino dalam menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama pada 2012 di Los Angeles, saat Dino menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Kongres itu mempertemukan diaspora Indonesia dari seluruh penjuru dunia, dan Anies termasuk di antara yang hadir atas undangan Dino. Setelah itu, Dino mendirikan FPCI yang Anies sebut sebagai komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia, sekaligus “ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.”

Anies menutup unggahannya dengan penegasan yang tegas. “Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino,” tulisnya. “Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.”

Dukungan Anies ini dibaca publik sebagai pembelaan tersirat terhadap Dino, yang belakangan menjadi sorotan setelah kritiknya kepada Prabowo memicu respons dari berbagai kalangan pendukung pemerintah. Dengan menegaskan kapasitas dan integritas Dino secara terbuka, Anies seolah ingin menyampaikan bahwa suara kritis dari seorang dengan rekam jejak seperti Dino layak untuk didengar, bukan dibungkam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ada Masalah Lebih Jauh di Balik Blackout Sumatra

28 Mei 2026 - 11:27 WIB

Prabowo Canangkan 5.000 Desa Nelayan dan Harga Komoditas Ditentukan RI

21 Mei 2026 - 07:31 WIB

Ketua MUI Bidang Ukhuwah Kecam Aksi Penembakan di Masjid San Diego

20 Mei 2026 - 11:36 WIB

Populer UPDATE NEWS