Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

NASIONAL

Joko Widodo meminta pelajar NU tak jadi Ahli Hoaks

badge-check


					Joko Widodo meminta pelajar NU tak jadi Ahli Hoaks Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta agar para pelajar Nahdlatul Ulama menyikapi perkembangan teknologi dengan tepat. 

Hal ini ia sampaikan ketika membuka XIX Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) dan Kongres XVIII Ikatan Pelajar Putri Nadhlatul Ulama (IPPNU) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/12).

“Respons bijak sehingga lebih banyak maslahat. Jangan sampai pelajar NU malah terjebak jadi ahli hoaks,” ujar Jokowi.

Jokowi juga kembali mengungkit isu hoaks terkait keterlibatannya dengan Partai Komunisme Indonesia sebagai contoh mudahnya kabar bohong ditemukan di media sosial.

Namun, Jokowi menyatakan sebelumnya telah sering mengklarifikasi hal itu tetapi isu PKI tetap menyerang dirinya. Salah satunya adalah gambar dirinya berada di bawah panggung ketika Ketua Umum PKI D.N Aidit berpidato pada 1955. 

“Lahir saja belum tapi sudah dipasang gambar ini. Itu kejamnya media sosial kalau dipakai untuk kepentingan politik sesaat, tidak mendidik dan tidak mencerdaskan rakyat,” tutur mantan Wali Kota Solo ini. 

“Padahal PKI bubar 1965-1966. Saya lahir 1961. Saya baru empat tahun, masih balita tapi sudah ditunjuk PKI. Logika enggak masuk tapi 9 juta lebih percaya itu. Kan bahaya,” kata Jokowi. 

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi turut mengajak pelajar NU tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah tahun politik. Keberagaman masyarakat Indonesia ditegaskan sebagai berkat Allah. 

Dan disisi lain, ia menyatakan Indonesia membutuhkan manusia unggul, cerdas, inovatif, dan cinta tanah air demi mempercepat kemajuan bangsa. 

“Pelajar NU harus ahli robotik, mengerti internet of things, mengerti Virtual Reality karena memang kita harus merespons perubahan global sekarang ini,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

23 Januari 2026 - 20:53 WIB

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

23 Januari 2026 - 19:50 WIB

Populer GLOBAL