Benyamin Davnie-Pilar Saga, Akan Atasi Masalah Kemacetan dan Pasar di Tangsel Jika Terpilih

831

INAnews.co.id, Tangsel – Mendekati hari pencoblosan, 9 Desember 2020 mendatang.

Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) semakin memanas. Yang menarik ketika debat kandidat yang diadakan secara virtual pada Rabu 15 oktober 2020 oleh Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel yang diadakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangsel.

Pasangan Benyamin-Pilar akui jika masalah sosial urban di Kota Tangsel menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai , salah satunya soal mengatasi masalah pasar dan kemacetan di Tangsel.

“Hasil survei Most Liveable City Index (MLCI) 2017 yang dilakukan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia, Tangsel dimasukan dalam tujuh besar kota layak huni di Indonesia,” ucap Benyamin dalam menjawab pertanyaan paslon lawan, Rabu 14 oktober 2020.

Lanjutnya, Tangsel hingga saat ini, telah melakukan upaya untuk memberikan manfaat kesejahteraan masyarakat Tangsel dalam segala bidang.

Menurut Benyamin, penanganan kemacetan di Tangsel dilakukan dengan berbagai cara pada saat kepemimpinan sebelumnya bersama Airin dan Benyamin berencana melanjutkannya.

“Di beberapa titik kemacetan, jelas Benyamin, penanganan masih terus dilakukan, seperti dijalan sekitar Pasar Ciputat, misalnya, sedang dilakukan revitalisasi pasar, sebanyak 600 kios yang akan direlokasi, sehingga tak lagi memenuhi badan jalan, dan bisa urai kemacetan” jelas Ben.

Kemudian pasar akan direvitalisasi sesuai Standar Nasional Indonesia, serta sebagian besar bangunan bersifat permanen. Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan pasar menjadi lebih tertata serta tingkat kemacetan jalan di sekitar pasar menurun.

Benyamin mengatakan, penataan pasar bukan hanya terkait pembagunan infrastruktur, tapi membangun kesadaran bersama khususnya pedagang pasar untuk berjualan di tempat yang telah ditentukan.

Benyamin memastikan Pemkot Tangsel telah dan terus melaksanakan sosialisasi dan penertiban pedagang di pasar.

Sementara untuk kemacetan jalan di sekitar stasiun kereta, menurut Benyamin, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah dicantumkan pembangunan simpang tidak sebidang (flyover), seperti di Jalan Raya Serpong dekat Stasiun Serpong dan Pasar Serpong.

“Demikian juga dengan Jalan Raya Jombang di sekitar Stasiun Sudimara dan Jalan WR Supratman di sekitar Stasiun Pondok Ranji. Di Pamulang, Flyover Martadinata di simpang Gaplek, Pondok Cabe, yang tercantum dalam RTRW dan dibangun pemerintah pusat telah rampung dan signifikan mengurai kemacetan,” kata Benyamin.

Benyamin menyatakan, selain pembangunan flyover, Pemkot Tangsel juga membangun transit oriented development (TOD) di kawasan stasiun untuk meningkatkan akses transportasi publik dengan skala berbeda-beda.

“Stasiun Rawa Buntu dan Stasiun Jurang Mangu, misalnya, ditetapkan sebagai TOD skala kota. Sementara Stasiun Serpong, Stasiun Sudimara dan Stasiun Pondok Ranji ditetapkan sebagai TOD skala sub kota,” terang Ben.

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.