INAnews.co.id, Sukabumi – Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day (WAD) diperingati pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya. Untuk itu dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS sedunia Serikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) menggelar acara Executive Breafing Deklarasi Komitmen Non Diskriminasi HIV/AIDS dan Pelatihan Peer Conselor Sebaya, dihotel Horison Sukabumi, Senin (29/11/2021).
Acara yang digagas oleh DPP K-SARBUMUSI dan DPC K-SARBUMUSI Kota Sukabumi ini dihadiri oleh Walikota Sukabumi H. Achmad Fahmi, Wakil Presiden Sarbumusi Sukitman Sujatmiko, SH, MH., perwakilan ILO dr. Maya Trisiswati, Pejabat Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Jawa Barat, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi dr. Lulis Delawati dan pejabat terkait lainnya.

Walikota Sukabumi dalam sambutannya, menegaskan “ Penanganan Aids adalah menjadi tugas kita bersama” .
Dalam sambutannya Walikota Sukabumi H. Achmad Fahmi mengungkapkan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Sarbumusi kota dan Kabupaten Sukabumi ini akan sangat berarti dan memberikan kontribusi untuk penanganan masalah HIV/AIDS di Sukabumi. “Saya berterimakasih atas langkah-langkah yang dilakukan Sarbumusi, walaupun utamanya mengurus perburuhan namun dalam programnya ada yang menyentuh bidang penaggulangan masalah HIV/AIDS, khususnya diwilayah Sukabumi,” ungkap Pak Walikota.
“Saya sangat mengapresiasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumisi) Kota Sukabumi yang telah mengadakan kegiatan Deklarasi Komitmen Non Diskriminasi HIV/ Aids dan pelatihan Peer Conselor Sebaya. Sebab kegiatan penanganan HIV/ Aids ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata tapi perlu dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.” tambah Pak Walikota.
”Keberadaan Sarbumusi ini sangat kami apresiasi. Karena tidak dipungkiri penanganan kasus HIV/ Aids menjadi prioritas dan butuh dukungan dari berbagai element masyarakat dan salah satunya, Sarbumsi,”
Lebih lanjut Pak Walikota menegaskan “ Penanganan Aids adalah menjadi tugas kita bersama , pertama bagaimana upaya kita untuk menekan kasus baru, selanjutnya pada tahap kedua bagaimana menghilangkan angka kematian, dan yang ketiga bagaimana menghilangkan diskriminasi pada pengidap Aids.”
“Berkaitan dengan upaya menghilangkan diskriminasi, maka tugas kita semua menyampaikan kepada masyarakat agar tidak mencaci, tidak memaki dan tidak menjauhi mereka yang terpapar HIV/AIDS. Tagline yang terus kita sampaikan, jauhi penyakitnya dan bukan orangnya.”

Wakil Presiden Sarbumusi Sukitman Sujatmiko
Sementara itu Wakil Presiden Sarbumusi Sukitman Sujatmiko dalam sambutannya berharap, dengan penyelenggaraan “Executive Breafing – Deklarasi Komitmen Non Diskriminasi HIV/AIDS dan Pelatihan Peer Conselor Sebaya” ini bisa memberikan penguatan terhadap upaya-upaya penanganan masalah HIV/AID, di wilayah Sukabumi.
“Pertama sebagai upaya Promotif, Preventif dan Kuratif pada penderita ODHA. Kedua kita juga mengantisipasi anggota kita di sektor trasportasi, minimal tidak teridentifikasi sebagai sebagai ODHA,” tambah Sukitman.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dr. Lulis Delawati yang turut hadir dalam acara itu mengungkapkan berdasarkan data , bahwa kasus HIV/AIDS di Kota Sukabumi dari Januari sampai Oktober 2021 ada 123 kasus baru. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 136 kasus maka terjadi memang terjadi penurunan.
“Iya, kasus Hiv Aids di Kota Sukabumi terus menunjukan penurunan setiap tahunnya.”
“Ini bukan hanya di Kota Sukabumi, tapi secara global dan nasional juga untuk insiden maupun kematian HIV/AIDS terjadi penurunan. Tapi bagaimanapun juga saat ini masih terjadi epidemi HIV/AIDS. Kita terus mengejar target Nasional tahun 2030 Indonesia bebas AIDS, dengan strategi 3 zero, yang meliputi zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS dan zero stigma dan diskriminasi,” ungkap Lulis lebih lanjut.

Pelatihan tentang penanganan Hiv Aids oleh SARBUMUSI.
“Jangan dijauhi kalau ada orang yang terkena Hiv Aids. Tapi jauhi penyakitnya,”Pesan dr. Lulis Delawati.
Achmad Fahmi selaku Walikota juga mentargetkan, jika di tahun 2030 diharapkan di Kota Sukabumi zero kasus Hiv Aids. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang bahayanya Hiv Aids, serta menginfokan agar masyarakat tidak menjauhi orang yang terkonfirmasi penyakit tersebut.
Dalam kesempatan yang sama , Yosep Pujianto selaku Ketua DPC K- Sarbumusi Kota Sukabumi yang juga bertindak selaku tuan rumah, menyampaikan kegiatan Deklarasi dan Pelatihan tentang penanganan Hiv Aids dan dilaksanakan selama tiga hari, dan di hari terakhir akan dilakukan kampanye dan melakukan tes ke masyarakat.
“Kami berharap kegiatan yang kami lakukan ini bisa memperkokoh dan memperkuat semangat kebersamaan dalam penanganan Aids di kota Sukabumi,”pungkas Yosep.

Deklarasi Komitmen Non Diskriminasi HIV/AIDS, Wakil Presden SARBUMUSI Bersama Walikota Sukabumi dan Ketua Sarbumusi Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Pada acara tersebut juga dilakukan penandatangan Deklarasi Komitmen Non Diskriminasi HIV/AIDS, masing-masing oleh Ketua Sarbumusi Kota dan Kabupaten Sukabumi, Wakil Presiden Sarbumusi, Walikota Sukabumi, Pejabat Dinkes Kota Sukabumi, Pejabat Disnakertrans kota Sukabumi, Ketua Organda Sukabumi, Kepala Terminal Sukabumi dan Pejabat Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Jawa Barat.






