Menu

Mode Gelap
Anggota DPR Desak Raja Juli Antoni Mundur dari Kursi Menhut Lalui Perjalanan Panjang, Didukung Oleh Kemendikdasmen RI Kini Tekiro Mechanic Competition 2026 Menjadi Tingkat Nasional Membangun Maros yang Tangguh: Upaya Pencegahan Banjir dari Hulu hingga Hilir Mahfud Rindu NU Era Kiai Asad-Ali Maksum: Taat Ulama Butir 7 soal Ijazah Palsu Jokowi dari Rektor UGM “Pesan untuk Hakim” Banjir Bandang Tiga Provinsi Ulah Manusia

EKONOMI

Pemkab Rote Ndao dan Polisi Pantau Harga BBM Ditingkat Eceran

badge-check


					Pemkab Rote Ndao dan Polisi Pantau Harga BBM Ditingkat Eceran Perbesar

INAnews.co.id, Rote Ndao – Semenjak kenaikan BBM yang diumumkan pekan lalu, banyak pengecer yang bandel menaikan harga tinggi.

Untuk antisipasi hal itu di Kabupaten Rote Ndao pihak Kepolisian melakukan pemantauan.

Kapolsek Lobalain, Ipda I Gede Parwata pada jumat 9 September 2022, melakukan sidak lapangan, dari hasil sidak yang kami lakukan ke beberapa pengecer, memang ditemukan penjualan BBM jenis pertalite pengecer menjual per botol itu Rp. 13 ribu.

” Karena isinya lebih dari satu liter, mereka juga menyiapkan yang ukuran satu liter dalam botol kaca dengan harga Rp.11.500,” jelas Komdandan Dobrak dari Polsek Lobalain.

Jelasnya harga per liter itu sudah ditentukan masyarakat dan botolnya isinya lebih dari 1 liter.  Jadi dari pengecer menyesuaikan dengan harganya, namun katanya selama harga itu masih sesuai dan tidak melebihi dari HET, maka tidak jadi masalah.

Kadis Perindag dan UMKM Kabupaten Rote Ndao, Jon Manafe mengatakan terkait dengan kenaikkan BBM pada tanggal 3 September 2022 diumumkan pihak pemerintah telah melakukan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET).

Lanjutnya dengan cara mengundang APMS. Untuk SPBU yang ada di Rote Ndao bersama pihak polres telah melakukan pembahasan dengan melihat dari berbagai aspek.

Baik dari upah buruh yang tentu akan mengalami imbas akibat kenaikkan ini, kalau soal angkutan saya kemarin tidak menaikkan.

“Jadi harga itu kita mempertimbangkan dengan daya beli masyarakat sehingga kita sudah mengambil langkah dengan cermat yaitu kalau kita lihat dengan liter benar itu kita sudah patokkan dengan harga Rp.11.500, di dalam kota harganya Rp 11.500, kalau di luar kota harganya Rp 12 ribu sementara di lapangan kita melihat bahwa banyak orang yang jual minyak dengan botol,” jelas Jon.

Lanjutnya jika botol melebihi dari 1 liter harga bisa sekitar 12 ribu dan masing-masing dengan kewajaran harganya .

“Kenaikannya berkisar 20% tidak melebihi, karena Pemkab berpikir bahwa BBM ini fungsinya untuk bagaimana bisa menggerakkan sektor ekonomi termasuk masyarakat di dalamnya, sehingga kita harus berhati-hati,” ucap Jon.

Dirinya berharap semua komponen mengawasi agar tidak terjadi hiruk-pikuk terkait dengan distribusi BBM, serta tidak ada pihak yang menimbun.

” Jika ada temuan penimbunan akan diberi sangsi tegas, karena telah melangar menggunakan kesempatan disaat BBBM naik, awalu ada isu yang beredar tetapi saat dilapangan tidak ada temuan,” tegas Jon.

 

 

 

 

 

Reporter : Dance Henukh

Editor : Helmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mubadala Energy dan PLN EPI Tandatangani HoA Jual Beli Gas dari Laut Andaman

30 November 2025 - 02:19 WIB

SKK Migas – Petrogas (Basin) Ltd. Tajak Sumur Eksplorasi Karim 1

27 November 2025 - 23:19 WIB

Membongkar Praktik “Serakah-nomic”

27 November 2025 - 14:52 WIB

Populer EKONOMI