Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

NASIONAL

TNI AL Memperingati Pertempuran Laut PD II Sekutu Melawan Jepang

badge-check


					Foto: dok. Puspen TNI Perbesar

Foto: dok. Puspen TNI

INAnews.co.id, Banten– 83 tahun silam telah berlalu, namun Selat Sunda masih menjadi tempat bersejarah yang menyaksikan pertempuran antara Angkatan Laut Sekutu, USS Houston (CA-30) milik Amerika Serikat dan HMAS Perth (D29) milik Australia melawan Angkatan Laut Jepang. Untuk mengenang pertempuran ini, TNI AL bersama delegasi Amerika dan Australia menggelar tabur bunga di Geladak KRI Bung Tomo-357 (KRI TOM-357) Perairan Banten, belum lama ini.

Tabur bunga ini dipimpin oleh Paban IV Sopsal Kolonel Mar I Wayan Sumariana didampingi oleh Komandan KRI TOM-357 Kolonel Laut (P) Dedi Gunawan Widyatmoko dan dihadiri oleh Wakil Duta Besar Amerika untuk Indonesia Ms. Heather C. Merritt beserta staf dan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Ms. Gita Karnath beserta staf. Demikian dikutip akun X Puspen TNI.

Pertempuran ini dilatarbelakangi oleh upaya Sekutu untuk menghalangi invasi Jepang ke Hindia Belanda. Setelah kekalahan dalam Pertempuran Laut Jawa (27 Februari 1942), pasukan Sekutu mulai mundur. USS Houston dan HMAS Perth diperintahkan untuk melarikan diri ke Samudra Hindia melalui Selat Sunda.

Pertempuran bermula ketika sekutu bertemu dengan konvoi besar Jepang yang sedang menuju Teluk Banten untuk mendaratkan pasukan invasi ke Jawa. Meskipun jumlahnya jauh lebih kecil, kedua kapal Sekutu melawan habis-habisan. Mereka berhasil menenggelamkan beberapa kapal transport Jepang dan merusak beberapa kapal perang. Namun, karena jumlah musuh yang sangat banyak, keduanya dihujani tembakan dan torpedo. HMAS Perth tenggelam lebih dahulu setelah terkena beberapa torpedo.

Lebih lanjut, USS Houston yang terus bertempur sendirian akhirnya juga tenggelam setelah terkena beberapa torpedo tambahan. Akibat dan korban sekitar 696 awak USS Houston dan 375 awak HMAS Perth gugur dalam pertempuran ini.

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan kepada seluruh prajuritnya agar selalu mengingat sejarah di masa lalu.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

23 Januari 2026 - 20:53 WIB

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

23 Januari 2026 - 19:50 WIB

Populer GLOBAL