Menu

Mode Gelap
Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

PERISTIWA

Erupsi Gunung Marapi di Sumbar Capai 1,4 Kilometer

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) mengalami erupsi. Erupsi terjadi dalam 3 hari beruntun. Tinggi kolom abu tertinggi mencapai 1,5 kilometer (km) di atas puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Kamis pagi pukul 07.12 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.500 meter di atas puncak,” kata petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh, dilansir Antara, Kamis (3/4/2025).

Gunung Marapi berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Pada pagi tadi, kolom abu letusan teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan berdurasi sekitar 1 menit 9 detik.

Pada Selasa (1/4), PGA mencatat erupsi Gunung Marapi yang tingginya 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, tapi tinggi kolom abu tidak terpantau karena tertutup awan. Letusan ini berdurasi 34 detik dengan amplitudo 30,6.

Kemudian, pada Rabu (2/4), PGA melaporkan Gunung Marapi kembali meletus sebanyak dua kali, masing-masing tinggi kolom abu 350 meter dan 1.000 meter di atas puncak gunung. Selang sehari berikutnya, petugas mencatat letusan Gunung Marapi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter pada Kamis pagi.

Merujuk data PVMBG, status Gunung Marapi berada pada Level II atau waspada. Dengan status tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi, di antaranya masyarakat, pendaki, atau pengunjung diminta tidak memasuki atau berkegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat erupsi (kawah Verbeek) Gunung Marapi.

PVMBG juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai-sungai yang airnya berhulu di puncak Gunung Marapi untuk selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya banjir lahar hujan yang dapat terjadi, terutama saat musim hujan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Detik-Detik Kejatuhan Soeharto: Tidak Ada Sahabat Abadi

22 Januari 2026 - 14:40 WIB

Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung, Meledak dan Terbakar, Kata Saksi

18 Januari 2026 - 11:04 WIB

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, 10 Orang di Dalam Pesawat

17 Januari 2026 - 19:41 WIB

Populer PERISTIWA