INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, 19 Juni 2025. Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Bisnis.com, rupiah dibuka turun 0,32% atau melemah 53 poin ke level Rp16.366 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.
Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, di mana rupiah ditutup pada level Rp16.286 per dolar AS, setelah turun 24,50 poin atau 0,15%. Sementara itu, indeks dolar AS juga tercatat menguat 0,14% ke level 98,13.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen negatif terhadap rupiah masih didominasi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi semakin memanas setelah Pentagon memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut dan Presiden AS Donald Trump menyerukan Iran untuk menyerah tanpa syarat, menyusul serangan Israel ke fasilitas nuklir di Teheran pekan lalu.
Selain faktor eksternal, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,50% juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Keputusan serupa juga diambil oleh The Federal Reserve (The Fed), yang menahan suku bunga di kisaran 4,25-4,50% dan masih memberikan sinyal akan ada dua kali pemangkasan hingga akhir tahun ini.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.310–Rp16.360 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia menunjukkan rupiah sempat dibuka pada posisi Rp16.330 per dolar AS, turun 0,21% dibandingkan hari sebelumnya.
Ketidakpastian global serta dinamika kebijakan moneter domestik dan internasional diperkirakan masih akan membayangi pergerakan rupiah dalam waktu dekat.*






