INAnews.co.id, Jakarta– Badan Pusat Statistik (BPS) merilis profil kemiskinan Indonesia Maret 2025 berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang melibatkan 345.000 rumah tangga di seluruh Indonesia.
Survei yang dilakukan pada Februari 2025 ini sengaja dimajukan karena bulan Maret bertepatan dengan Ramadan yang dapat mempengaruhi pola konsumsi rumah tangga. Data dikumpulkan dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Garis kemiskinan nasional pada Maret 2025 ditetapkan sebesar Rp 619.160 per kapita per bulan, naik 2,34% dari September 2024. Garis kemiskinan kota lebih tinggi mencapai Rp 629.561 per kapita per bulan (naik 2,24%), sementara pedesaan Rp 580.349 per kapita per bulan (naik 2,42%).
“Komponen makanan masih mendominasi garis kemiskinan dengan kontribusi 74,58%, jauh lebih besar dibandingkan komoditas bukan makanan yang hanya 25,42%,” Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Data Susenas ini tidak hanya digunakan untuk mengukur kemiskinan, tetapi juga kemiskinan ekstrem, Gini rasio, serta mendukung penghitungan Indeks Modal Manusia (IMM).






