Menu

Mode Gelap
Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun Percaya dengan Niat Prabowo, Frustrasi dengan Caranya 70 Juta Warga Indonesia Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Seumur Hidup Kerawanan Pangan Papua Tetap Tinggi, Kemiskinan Jadi Faktor Utama

KEUANGAN

Indikator Krisis Daya Beli Masyarakat: Fenomena “Rojali”

badge-check


					Foto: dok. Kompasiana Perbesar

Foto: dok. Kompasiana

INAnews.co.id, Jakarta Istilah “Rojali” (Rombongan Jarang Beli) kini menjadi fenomena baru yang mencerminkan krisis daya beli masyarakat Indonesia. Para pengusaha retail melaporkan mall-mall dipenuhi pengunjung yang hanya berkeliling tanpa membeli apa pun.

Fenomena serupa juga terjadi pada “Rohana” (Rombongan Hanya Nanya), di mana konsumen hanya bertanya harga tanpa jadi membeli. Hal ini menunjukkan masyarakat masih memiliki keinginan berbelanja namun terkendala kemampuan finansial.

Data penjualan mobil dan motor, yang menjadi indikator konsumsi kelas menengah, juga menunjukkan tren menurun.

Meski pameran otomotif tetap ramai dikunjungi, tingkat pembelian aktual justru turun dibanding periode sebelumnya.

Rocky Gerung menilai ini bukan lagi fenomena middle income trap, melainkan kelas menengah yang turun ke bawah. “Tabungan kelas menengah betul-betul sudah terkuras, dan ini akan jadi katup politik,” katanya lewat akun YouTube-nya, Selasa (29/7/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

23 Januari 2026 - 20:53 WIB

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

23 Januari 2026 - 19:50 WIB

70 Juta Warga Indonesia Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Seumur Hidup

23 Januari 2026 - 18:49 WIB

Populer GLOBAL