INAnews.co.id, Jakarta– Meski tren kemiskinan nasional menunjukkan perbaikan, disparitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan besar. Data BPS Maret 2025 mengungkap kesenjangan tingkat kemiskinan yang cukup mengkhawatirkan antara desa dan kota.
Kemiskinan di pedesaan mencapai 11,03%, jauh lebih tinggi 4,3 poin persentase dibandingkan perkotaan yang hanya 6,73%. Paradoksnya, kemiskinan pedesaan justru menunjukkan perbaikan dengan turun 0,31 poin, sementara kemiskinan perkotaan malah naik 0,07 poin.
Secara geografis, Pulau Jawa masih menyumbang beban kemiskinan terbesar dengan 12,56 juta penduduk miskin atau 52,66% dari total nasional. Di sisi lain, Kalimantan mencatat jumlah penduduk miskin paling sedikit dengan 0,89 juta orang (3,75%).
“Hampir seluruh pulau mengalami penurunan kemiskinan, kecuali Maluku dan Papua yang justru mengalami peningkatan,” Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Penurunan terbesar terjadi di Bali dan Nusa Tenggara dengan penurunan 0,22 poin persentase.






