Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

KEUANGAN

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Kamis Melemah

badge-check


					Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Kamis Melemah Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan pada pembukaan perdagangan Kamis ini. Berbagai sumber pasar uang melaporkan bahwa mata uang rupiah kesulitan melawan dominasi dolar AS di tengah sentimen global dan domestik yang membebani.

Menurut data Bloomberg misalnya, pada pukul 09.20 WIB, rupiah berada di level Rp16.327,5 per USD, melemah 40,5 poin atau setara 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp16.287 per USD. Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah pada waktu yang sama di level Rp16.283 per USD. Refinitiv juga menunjukkan pelemahan rupiah sebesar 0,18% di level Rp16.295 per USD pada pembukaan perdagangan.

Pelemahan ini diperkirakan dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kekhawatiran pasar yang terus berlanjut terkait kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dari Metro TV News mengemukakan bahwa meningkatnya ketidakpastian atas independensi Federal Reserve (The Fed) di tengah seruan Trump untuk menggulingkan Ketua Jerome Powell, serta tuntutan agar suku bunga diturunkan, turut memengaruhi pergerakan rupiah.

Selain itu, rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk periode Juni yang lebih kuat dari perkiraan, meskipun tipis, juga meningkatkan kekhawatiran inflasi. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi kemungkinan akan stagnan atau bahkan meningkat, terutama akibat dampak tarif perdagangan Trump. The Fed sendiri telah mengindikasikan akan mempertahankan suku bunga hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai dampak tarif tersebut.

Meski demikian, beberapa analis memprediksi bahwa rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat pada hari ini. Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak di rentang Rp16.230 per USD hingga Rp16.290 per USD.

Pelemahan rupiah ini juga terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuannya pada Rabu kemarin. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa pemangkasan suku bunga BI kali ini mungkin memiliki dampak berbeda karena dolar AS terus menguat, terutama setelah data inflasi AS yang meyakinkan investor akan adanya peningkatan tekanan inflasi.

Sementara itu, data e-Rate dari BCA per 17 Juli 2025 pukul 07.39 WIB menunjukkan kurs beli USD di Rp16.250,00 dan kurs jual USD di Rp16.300,00. Adapun kurs pajak berdasarkan KMK Nomor 7/MK/EF.2/2025 untuk Dolar Amerika Serikat (USD) adalah Rp16.234,00.

Investor dan pelaku bisnis diharapkan untuk terus memantau dinamika pasar global dan domestik guna mengambil keputusan yang tepat terkait transaksi mata uang asing.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

23 Januari 2026 - 20:53 WIB

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

23 Januari 2026 - 19:50 WIB

Populer GLOBAL