INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah menunjukkan performa yang solid pada pembukaan perdagangan di awal Juli 2025. Berdasarkan data dari berbagai sumber, rupiah berhasil menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), didorong oleh melemahnya indeks dolar AS di pasar global.
Mengutip data Bloomberg pada Selasa (1/7/2025) pagi pukul 09.04 WIB, rupiah berada di level Rp16.178,5 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan penguatan sebesar 59,5 poin atau 0,37% dari penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.238 per dolar AS.
Sementara itu, data dari Refinitiv mencatat rupiah dibuka di posisi yang lebih kuat lagi, yaitu Rp16.170 per dolar AS, menunjukkan penguatan 0,37%.
Penguatan ini menjadi momentum positif setelah rupiah sempat menghadapi periode kritis di paruh pertama tahun 2025, bahkan mendekati level Rp17.000 per dolar AS pada bulan April. Meskipun sempat melemah di penutupan perdagangan kemarin, Rupiah berhasil menunjukkan pemulihan yang signifikan di awal semester kedua ini.
Penguatan rupiah pada hari ini sebagian besar disebabkan oleh melemahnya dolar AS secara global. Indeks dolar AS (DXY) pada Selasa pagi tercatat kembali turun 0,10% ke angka 96,77, mendekati level terendah sejak Maret 2022.
Beberapa faktor yang menekan dolar AS antara lain: Optimisme Kesepakatan Perdagangan, Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga The Fed, dan Berakhirnya Ancaman Tarif.
Di sisi lain, berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menunjukkan penguatan. Pada 26 Juni 2025, Rupiah menguat ke level Rp16.231 dari sebelumnya Rp16.233.
Ke depan, nilai tukar rupiah masih menjadi perhatian para analis.
Bank Indonesia (BI) sendiri telah menegaskan akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi terukur di pasar valuta asing dan mengoptimalkan instrumen moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah dinamika global.*






