INAnews.co.id, Jakarta– Pada perdagangan Rabu, 30 Juli 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke kisaran Rp16.350 hingga Rp16.383 per dolar AS. Rupiah dibuka menguat di level Rp16.375 per dolar AS dan sempat menguat hingga sekitar Rp16.383 per dolar AS di pasar spot, menunjukkan penguatan sekitar 0,16-0,24% dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp16.409 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini terjadi meskipun sebelumnya pada perdagangan Selasa (29/7) rupiah sempat melemah ke Rp16.409 per dolar AS, terdorong oleh penguatan dolar AS yang dipicu oleh sentimen perdagangan dan kebijakan Amerika Serikat. Indeks dolar AS melemah sedikit sebesar 0,11% pada Rabu pagi, yang turut membantu rupiah menguat.
Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah hari ini antara lain: Investor menantikan hasil keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, namun dengan pengamatan ketat terhadap sinyal kebijakan ke depan;
Perundingan dagang antara AS dan Tiongkok yang sedang berlangsung, serta dinamika perundingan tarif antara kedua negara, memberikan sentimen positif yang menahan pelemahan rupiah; Mata uang utama Asia lainnya juga menunjukkan penguatan, yang memberikan konteks regional positif.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.364 hingga Rp16.415 per dolar AS pada hari ini, mengindikasikan potensi fluktuasi namun dengan kecenderungan penguatan tipis.
Secara umum, meskipun volatilitas masih terjadi akibat dinamika global terutama kebijakan The Fed dan perundingan perdagangan AS-Tiongkok, rupiah berhasil menunjukkan penguatan pada sesi awal perdagangan Rabu, mencerminkan sentimen pasar yang sedikit pulih dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Demikian dikutip dari berbagai sumber.*






