Menu

Mode Gelap
Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

KEUANGAN

Rupiah Selasa Dibuka Menguat

badge-check


					Foto: dok. istimewa Perbesar

Foto: dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat tipis pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (22/7/2025). Berbagai sumber terpercaya menunjukkan rupiah bergerak di kisaran Rp16.307 hingga Rp16.312 per dolar AS, melanjutkan tren penguatan yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.10 WIB, rupiah tercatat di level Rp16.307,5 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Sementara itu, Infobanknews melaporkan rupiah dibuka di Rp16.311 per dolar AS, menguat 0,07 persen dari penutupan kemarin di Rp16.323 per dolar AS. Senada, CNBC Indonesiajuga mencatat rupiah menguat dengan dolar AS turun ke level Rp16.280 pada pembukaan perdagangan.

Penguatan rupiah pagi ini ditengarai oleh beberapa faktor. Analis pasar menyebutkan adanya pelemahan indeks dolar AS (DXY) secara global pada perdagangan kemarin, Senin (21/7/2025), yang mengalami koreksi cukup besar sebesar 0,64% ke level 97,85. Meskipun pada pukul 09.00 WIB pagi ini DXY sempat menguat tipis 0,07% ke 97,92, momentum pelemahan dolar AS global memberikan ruang bagi mata uang emerging market seperti rupiah untuk menguat.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kemarin ditutup menguat 1,18% ke posisi 7.398,19, menandakan penguatan selama 11 hari berturut-turut yang merupakan rekor bersejarah bagi bursa saham Indonesia. Kinerja positif IHSG ini kerap menjadi daya tarik bagi investor asing, yang berpotensi meningkatkan aliran modal masuk ke Indonesia dan mendukung apresiasi rupiah.

Meskipun rupiah menguat pagi ini, pergerakannya masih akan dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan domestik. Bank Indonesia (BI) terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Investor perlu mencermati beberapa data penting ke depan, termasuk perkembangan data uang beredar periode Juni 2025 yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia hari ini.

Data ini akan menjadi cerminan seberapa kuat konsumsi, kredit, dan dana pihak ketiga pada bulan Juni. Selain itu, arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) di AS serta perkembangan negosiasi tarif perdagangan global juga akan terus menjadi perhatian pasar yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah.

Berdasarkan data dari Wise, nilai tukar pasar tengah dolar AS ke rupiah Indonesia pada 22 Juli 2025 berada di kisaran Rp16.310. Dalam sebulan terakhir, dolar AS ke rupiah Indonesia menunjukkan kinerja dengan nilai tertinggi 16.485,0000 dan terendah 16.185,0000.

Apakah penguatan rupiah ini akan bertahan sepanjang hari, atau ada faktor lain yang akan membalikkan arah? Pasar akan terus memantau perkembangan selanjutnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

23 Januari 2026 - 20:53 WIB

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

23 Januari 2026 - 19:50 WIB

Populer GLOBAL