INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom syariah Prof. Dr. M. Syafi’i Antonio melontarkan kritik pedas terhadap gaya hidup generasi Z yang dianggapnya boros dan tidak produktif. Dalam ceramahnya, Antonio menyebut Gen Z tidak bisa membeli rumah karena uangnya habis di kafe.
“Generasi Z tidak pernah bisa beli rumah. Kenapa? Duitnya habis di kafe. Sedikit-sedikit healing, sedikit-sedikit mental problem. Duitnya habis pakai jalan-jalan, habis di kafe,” kritik Antonio tanpa tedeng aling-aling lewat akun YouTube-nya, Ahad.
Antonio mengkontraskan dengan generasi terdahulu yang lebih disiplin dalam mengelola keuangan. “Mereka tidak pernah memaksakan menabung, tidak ada emergency fund. Padahal seharusnya ada anggaran jelas untuk setiap pos pengeluaran.”
Sebagai contoh kasus, Antonio menceritakan pengalaman stafnya yang mengeluhkan istri yang jajan Rp100.000 per hari dari gaji Rp5 juta. “Itu sudah Rp3 juta sebulan, 60 persen gaji hilang untuk jajan. Belum lagi anak-anak yang jajan Rp20.000 per hari di sekolah – kalau punya tiga anak, sudah Rp1,8 juta sebulan.”
Solusi yang ditawarkan Antonio adalah penerapan financial planning keluarga yang ketat: alokasikan income untuk kebutuhan dapur, transport, komunikasi, hiburan, dan jajan dengan batas yang jelas. “Jajan dikasih cuma Rp200.000 sebulan, anak-anak diberi bekal dari rumah, bukan jajan di sekolah.”
Antonio menekankan bahwa masalah keuangan keluarga bukan cobaan dari Allah, melainkan karena tidak menggunakan ilmu financial planning yang tepat.






