INAnews.co.id, Jakarta– Pada Kamis pagi (21/8/2025), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tipis, diperdagangkan di kisaran Rp16.283 per dolar AS sekitar pukul 09.24 WIB. Melemahnya rupiah ini dipicu oleh risalah Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2025 yang masih bernada hawkish meski ada sinyal dovish dari sebagian pejabat The Fed.
FOMC mempertahankan tingkat suku bunga di 4,25%-4,5% dengan mayoritas pejabat fokus pada risiko inflasi tinggi daripada pelemahan pasar tenaga kerja.
Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur Agustus 2025 menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5%, sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi.
Penurunan suku bunga ini turut memberikan tekanan jangka pendek pada nilai tukar rupiah.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprediksi bahwa rupiah akan bergerak di rentang Rp16.200 hingga Rp16.350 per dolar AS pada hari ini. Ia menyatakan bahwa perlambatan rupiah disebabkan oleh sikap hawkish The Fed dan penurunan suku bunga BI baru-baru ini.
Sepanjang pagi, rupiah juga sempat tercatat menguat dan melemah dalam rentang kecil, dengan dolar AS yang menguat sekitar 0,28% ke level Rp16.288 per dolar AS pada pukul 09.15 WIB.
Secara keseluruhan, rupiah hari ini menunjukkan pelemahan terbatas terhadap dolar AS, terdorong oleh kebijakan moneter global dan domestik serta sentiment pasar menjelang pidato pejabat The Fed dan perkembangan ekonomi global terkini. Demikian dikutip berbagai sumber.*






