Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

TNI/POLRI

Batalyon Teritorial Bakal Saingi Petani Tuna Kisma di Sektor Pangan

badge-check


					Foto: TNI bantu petani, dok. RRI Perbesar

Foto: TNI bantu petani, dok. RRI

INAnews.co.id, Jakarta– Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) dan Kompi Produksi yang akan mengelola pertanian, peternakan, dan perikanan berpotensi merusak ekonomi pangan yang pelakunya mayoritas petani kecil dan pedagang tuna kisma.

YLBHI memperingatkan keterlibatan TNI dalam produksi pangan akan menciptakan persaingan tidak seimbang antara kekuatan militer dengan skala ekonomi besar melawan rakyat kecil.

“Akankah rakyat kecil ini akan bersaing dengan skala ekonomi pertanian yang dilakukan oleh Batalyon Teritorial Pembangunan atau Kompi Produksi dari Kodim-kodim?” tanya YLBHI retoris dalam siaran persnya, Sabtu (4/10/2025).

Yang lebih mengkhawatirkan adalah potensi konflik sumber daya pertanian seperti air, pupuk, atau sarana produksi lainnya. “Bilamana ada konflik sumber daya pertanian, siapakah yang harus diutamakan?”

Dengan kekuatan organisasi dan dukungan negara, BTP dan Kompi Produksi jelas memiliki keunggulan kompetitif yang tidak fair dibanding petani tuna kisma, pedagang kecil, dan produsen rumah tangga.

YLBHI mendesak Presiden Prabowo menghentikan keterlibatan TNI dalam urusan pangan karena tidak ada dalam wilayah keahliannya dan hanya akan merusak lembaga sipil serta profesionalisme prajurit TNI.

“Perubahan orientasi TNI dari tempur ke pertanian sangat mengkhawatirkan. TNI bisa lupa dengan tugas-tugas kemiliterannya dan tenggelam dalam urusan-urusan sipil yang tidak ada urusannya dengan pertahanan,” tegas YLBHI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

23 Januari 2026 - 20:53 WIB

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

23 Januari 2026 - 19:50 WIB

Populer GLOBAL