Menu

Mode Gelap
Syahganda Nainggolan : Masuknya Jumhur Hidayat Dalam Kabinet Sebagai Langkah Tepat Prabowo ASN Boleh Kritik Presiden, Ini Penjelasan Hukumnya Prabowo di Hadapan Buruh Bicara Ojol Setahun Mengabdi, Heritage Medical Bekasi Prioritaskan Kesembuhan Pasien Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026 Gelar Deklarasi Papua Damai, Pemuda KMPN Tegaskan Dukung Pembangunan dan NKRI

SYARIAH

Literasi Keuangan Syariah 46 Persen tapi Inklusi Cuma 13 Persen

badge-check


					Foto: dok. antara Perbesar

Foto: dok. antara

INAnews.co.id, Jakarta– Terjadi paradoks antara tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Data menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah mencapai 46,17 persen, namun akses terhadap layanan syariah (inklusi) hanya 13,41 persen.

Hakam Naja menyebutkan kesenjangan ini sebagai salah satu tantangan utama pengembangan ekonomi syariah. “Indeks literasi keuangan syariah meningkat, namun inklusinya masih tertinggal jauh di belakang sektor konvensional,” ungkapnya.

Artinya, hampir separuh masyarakat Indonesia sudah memahami konsep keuangan syariah, tetapi hanya sekitar 13 persen yang benar-benar menggunakan atau dilayani oleh produk dan jasa keuangan syariah.

Gap antara literasi dan inklusi ini menunjukkan adanya hambatan struktural dalam akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Bisa jadi karena keterbatasan infrastruktur, produk yang kurang menarik, atau belum optimalnya edukasi dan sosialisasi.

“Perlu peningkatan literasi dan inklusi secara bersamaan. Tidak cukup hanya tahu, tapi harus bisa mengakses layanannya,” tegas Hakam.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya masif dari berbagai pihak, mulai dari perluasan jaringan layanan, diversifikasi produk, hingga edukasi intensif kepada masyarakat tentang manfaat dan kemudahan produk keuangan syariah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Rupiah Tertekan ke Rp17.400, BI tak Bisa Kerja Sendiri

1 Mei 2026 - 13:23 WIB

Perang Timur Tengah Ancam Fiskal dan Daya Beli RI

1 Mei 2026 - 09:19 WIB

Bank Banten Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Tren Kinerja Semakin Melesat

30 April 2026 - 19:02 WIB

Populer EKONOMI