Menu

Mode Gelap
Kemenkop: 120 Pilot Project Koperasi Desa Sudah Berjalan Baik The 10 Days Challenge: Pantangan Potong Kuku dan Rambut, Apa Faedahnya? CBA : KPK Berani Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Presiden: Aparat Dilarang Backing Penyelewengan Dahlan Iskan: Koperasi Merah Putih Bukan Koperasi Sejati Prabowo Resmikan Museum Buruh Pertama di Dunia: Marsinah

HUKUM

CBA Minta Kapolda Kaltim Bebaskan 11 Pendemo, Singgung Anggaran Rp49,9 Miliar dari Pemprov

badge-check


					Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis,  Uchok Sky Khadafi ( foto : INAnews) Perbesar

Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi ( foto : INAnews)

INAnews.co.id,  Jakarta – Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, meminta Kapolda Kalimantan Timur Endar Priantoro segera membebaskan 11 orang pendemo yang ditangkap polisi dalam aksi demonstrasi terhadap Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang berujung ricuh.

Menurut Uchok Sky, pembebasan terhadap 11 pendemo tersebut akan menjadi indikator bahwa kepolisian tetap bersikap netral dalam menangani aksi demonstrasi yang menyebabkan delapan orang harus dilarikan ke rumah sakit.

“Kalau Kapolda Kaltim membebaskan mereka, berarti memang polisi bisa dinilai netral dalam aksi demonstrasi kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang berujung ricuh dan memakan korban delapan orang dilarikan ke rumah sakit,” kata Uchok Sky dalam keterangannya, Sabtu 25 April 2026.

Namun, jika para pendemo tidak dibebaskan, CBA mengaku memaklumi karena Polda Kaltim dinilai memiliki kedekatan anggaran dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Kalau Irjen Pol Endar Priantoro tidak membebaskan 11 pendemo, CBA memakluminya lantaran Polda Kaltim sudah mendapat anggaran besar dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melalui APBD Provinsi sebesar Rp49,9 miliar,” ujar Uchok.

Ia menjelaskan, anggaran Rp49,9 miliar tersebut diperuntukkan bagi pembangunan Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Kaltim di Kutai Kartanegara.

Selain itu, berdasarkan catatan CBA, pada tahun 2024 Polda Kaltim juga menerima sejumlah proyek yang bersumber dari APBD Kalimantan Timur, antara lain:

  1. Rehabilitasi Gedung Barak Pembentukan SPN Polda Kaltim sebesar Rp6.001.517.820
  2. Perencanaan SPN Polda Kaltim sebesar Rp97.790.000.
  3. Laston Lapis AUS (AC-WC) Kantor Polda Kaltim sebesar Rp1.326.199.000.
  4. Pengawasan atau Supervisi Rehabilitasi Gedung Barak Pembentukan SPN Polda Kaltim sebesar Rp495.300.000.
  5. Pekerjaan Mako Brimob KM 13 sebesar Rp1.400.000.000.

Menurut Uchok, besarnya alokasi anggaran tersebut dapat memunculkan persepsi publik bahwa Kapolda Kaltim tidak sepenuhnya independen dalam menangani aksi demonstrasi yang menyasar gubernur.

“Dari banyak anggaran yang diterima oleh Polda Kaltim ini, memperlihatkan bahwa Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro tidak bisa netral sebagai polisi profesional yang dikehendaki publik,” tegasnya.

Ia juga menilai seharusnya Kapolda Kaltim dapat mendorong Gubernur Rudy Mas’ud untuk menemui langsung para demonstran agar eskalasi konflik tidak membesar.

“Seharusnya Irjen Pol Endar Priantoro memaksa Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud untuk bertemu para pedemo. Kalau itu dilakukan, tidak mungkin ada kericuhan, tidak akan memakan korban delapan orang, dan tidak ada yang ditangkap oleh polisi,” pungkas Uchok.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CBA : KPK Berani Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

17 Mei 2026 - 18:32 WIB

Presiden: Aparat Dilarang Backing Penyelewengan

17 Mei 2026 - 18:19 WIB

KPK Akui Pengawasan MBG Belum Memadai

16 Mei 2026 - 22:31 WIB

Populer HUKUM