INAnews.co.id, Jakarta– Indonesia membutuhkan waktu sekitar 200 tahun untuk mencapai tingkat elektrifikasi negara maju jika kapasitas pembangunan pembangkit listrik tidak segera ditingkatkan drastis. Demikian peringatan Bhima Yudhistira dalam wawancara bersama Gita Wirjawan, Rabu.
Saat ini konsumsi listrik per kapita Indonesia baru mencapai 1.300 kWh per tahun, jauh di bawah Amerika Serikat dan China yang masing-masing sudah melampaui 10.000 kWh. Untuk menyamai angka itu, Indonesia perlu membangun kapasitas 1 terawatt. Sementara kemampuan pembangunan saat ini hanya 5.000 megawatt per tahun.
“Dengan kapasitas bangun hanya 5.000 MW, kita butuh 200 tahun,” kata Bhima.
Ia menekankan bahwa hambatan terbesar bukan di sisi pembangkit, melainkan transmisi dan jaringan listrik yang masih terkonsentrasi di Jawa-Bali. Bhima mengusulkan tiga jalur akselerasi: pembangunan panel surya off-grid di daerah terluar, kemitraan trilateral Indonesia–Timur Tengah–China, serta pengenaan biaya lebih mahal pada pembangkit berbasis batu bara untuk mendorong transisi energi terbarukan.






