Menu

Mode Gelap
Ketimpangan Picu Penjarahan, Bukan Sekadar Isu Ekonomi Potensi Asian Tenggara Jadi Kekuatan Penanganan Perubahan Iklim Global Hilirisasi Nikel Masih Bolong di Tengah Indonesia Butuh 200 Tahun untuk Capai Elektrifikasi Negara Modern Investasi Pendidikan Kalah dari MBG Kelas Menengah saat Ini Menghadapi Tekanan Berat

POLITIK

Ketimpangan Picu Penjarahan, Bukan Sekadar Isu Ekonomi

badge-check


					Foto: dok. ilmuekonomiid Perbesar

Foto: dok. ilmuekonomiid

INAnews.co.id, Jakarta– Bhima Yudhistira memperingatkan bahwa ketimpangan ekonomi yang kian terlihat di ruang publik berpotensi menjadi pemicu instabilitas sosial dan politik, bahkan di tengah pertumbuhan ekonomi yang tampak stabil.

Menggunakan pemetaan geografis, Bhima menemukan bahwa insiden penjarahan minimarket di Jakarta justru lebih banyak terjadi di Jakarta Utara dan Jakarta Timur, bukan di kawasan yang secara umum dikenal kaya karena rasio gini di dua wilayah itu secara konsisten berada di atas rata-rata kota.

“Isu tidak penting. Mau ada isu kebijakan, pajak, atau banjir, penjarahan prevalansinya lebih tinggi di sana karena isunya adalah masalah ketimpangan,” kata Bhima dalam wawancara bersama Gita Wirjawan yang tayang Rabu (15/4/2026).

Ia mencatat bahwa 50 orang terkaya di Indonesia menguasai kekayaan setara 50 juta orang, sementara rasio gini kepemilikan lahan mencapai 0,6–0,7, lebih buruk dari rasio pengeluaran pendapatan. Ketimpangan ini juga menggerus meritokrasi: anak muda yang berprestasi pun kerap kalah bersaing dengan mereka yang lahir dari keluarga golden spoon, membuat kepercayaan pada sistem semakin terkikis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Hilirisasi Nikel Masih Bolong di Tengah

16 April 2026 - 19:49 WIB

Sahkan RUU PPRT

16 April 2026 - 13:14 WIB

Posisi Indonesia di Kancah Global: Tertinggal atau Berpeluang?

15 April 2026 - 11:28 WIB

Populer EKONOMI