Ketimpangan Picu Penjarahan, Bukan Sekadar Isu Ekonomi
- account_circle Robi
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. ilmuekonomiid
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Bhima Yudhistira memperingatkan bahwa ketimpangan ekonomi yang kian terlihat di ruang publik berpotensi menjadi pemicu instabilitas sosial dan politik, bahkan di tengah pertumbuhan ekonomi yang tampak stabil.
Menggunakan pemetaan geografis, Bhima menemukan bahwa insiden penjarahan minimarket di Jakarta justru lebih banyak terjadi di Jakarta Utara dan Jakarta Timur, bukan di kawasan yang secara umum dikenal kaya karena rasio gini di dua wilayah itu secara konsisten berada di atas rata-rata kota.
“Isu tidak penting. Mau ada isu kebijakan, pajak, atau banjir, penjarahan prevalansinya lebih tinggi di sana karena isunya adalah masalah ketimpangan,” kata Bhima dalam wawancara bersama Gita Wirjawan yang tayang Rabu (15/4/2026).
Ia mencatat bahwa 50 orang terkaya di Indonesia menguasai kekayaan setara 50 juta orang, sementara rasio gini kepemilikan lahan mencapai 0,6–0,7, lebih buruk dari rasio pengeluaran pendapatan. Ketimpangan ini juga menggerus meritokrasi: anak muda yang berprestasi pun kerap kalah bersaing dengan mereka yang lahir dari keluarga golden spoon, membuat kepercayaan pada sistem semakin terkikis.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar