INAnews.co.id, Jakarta– Pemerintah dinilai tidak akan mampu menahan harga BBM tanpa kenaikan lebih dari sebulan ke depan jika situasi geopolitik di Selat Hormuz tidak membaik. Siswanto Rusdi memperingatkan bahwa klaim Indonesia sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak menaikkan harga BBM justru menunjukkan sikap yang terlalu percaya diri di tengah tekanan yang terus menumpuk.
“Kalau menurut saya ya sampai bulan depanlah. Begitu tidak ada perubahan situasi geopolitik di selat, rontok,” ujarnya dalam wawancara di Forum Keadilan TV, Kamis (2/4/2026). Ia mengingatkan bahwa setiap kenaikan harga minyak mentah di pasar global menuntut tambahan subsidi triliunan rupiah dari kas negara.
Siswanto juga menyoroti bahwa ketahanan energi Indonesia belum hanya soal minyak mentah. Gas yang sebagian diimpor dari Amerika Serikat pun berpotensi terdampak. Sementara negara-negara tetangga seperti Filipina, Myanmar, dan Vietnam disebut sudah lebih dulu merasakan tekanan krisis energi secara nyata.






