INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah maraknya intimidasi terhadap pengkritik, pakar hukum tata negara Bivitri Susanti mengajak masyarakat untuk tidak menyerah pada rasa takut.
Bivitri mengakui serangan digital terhadap dirinya sudah kerap terjadi, mulai dari body shaming hingga serangan yang menyasar keluarga. Namun ia menegaskan, ketakutan dan kebungkaman adalah tujuan utama para pelaku intimidasi.
“Kalau kita menjadi takut, menjadi bungkam, maka percayalah mereka akan semakin kuat dan pada akhirnya demokrasi akan mati total,” kata Bivitri dalam video YouTube-nya yang tayang Jumat (24/4/2026).
Ia tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan, khususnya dalam menjaga keamanan perangkat digital, mengingat serangan fisik seperti yang menimpa Andri Yunus nyata membahayakan keselamatan jiwa.






