INAnews.co.id, Jakarta– Pakar kemaritiman Siswanto Rusdi menegaskan dua kapal yang dikaitkan dengan Pertamina hingga kini masih tertahan di Selat Hormuz, membantah klaim sejumlah pihak bahwa kapal telah bebas. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (2/4/2026).
“Per jam kita hari ini kapal masih di sana. Sayangnya ada gerakan untuk membangun opini kapal sudah lolos, padahal belum,” ujar Direktur The National Maritime Institute (Namarin) tersebut.
Berdasarkan data aplikasi pelacakan Marine Tracker, dua kapal dimaksud adalah MV Gamsunoro berbendera Panama dan Pertamina Pride berbendera Singapura. Keduanya dioperasikan oleh Pertamina International Shipping, anak usaha Pertamina yang berbasis di Singapura. Negosiasi yang telah berlangsung beberapa waktu belum membuahkan hasil, sementara narasi bahwa kapal sudah bebas dinilai Siswanto menyesatkan publik.






