INAnews.co.id, Jakarta- Mahfud MD mempertanyakan perkembangan penyidikan kasus korupsi Badan Gizi Nasional (BGN) yang hingga kini baru menjerat lima tersangka, sementara isu adanya daftar 26 nama pihak terlibat yang sempat beredar belum mendapat kejelasan dari kejaksaan.
“Dugaan 26 itu kan kita tidak tahu sumbernya, tetapi itu muncul sesudah kejaksaan menyatakan berdasar HP yang dirampas itu, kemudian dilihat di situ ada 26 nama. Itu rupanya ribut karena menyangkut keluarga orang setingkat menteri, mengangkut saudaranya, mengangkut pimpinan DPR,” kata Mahfud dalam tayangan kanal YouTube Terus Terang, Selasa (16/6/2026).
Ia menyebut daftar tersebut kemudian “diklarifikasi” menjadi 34 nama, namun ada sejumlah nama dari daftar awal yang disebutnya justru hilang dari daftar baru tersebut.
Sejauh ini, kejaksaan baru menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi BGN, terdiri dari tiga unsur pimpinan BGN sebelumnya, satu pihak swasta, dan satu vendor motor listrik yang ditangkap belakangan.
Mahfud berharap momentum kesepahaman antara Presiden Prabowo Subianto dan kejaksaan saat ini dimanfaatkan untuk membuka kasus secara tuntas, tanpa ada pihak yang dilindungi.
“Kejaksaan harus bisa memberikan penjelasan yang tuntas, nanti di dalam proses penanganan itu akan terlihat, kalau di-update terus, nanti di dalam keseluruhan dakwaan itu akan terbaca mana orang yang dilindungi mana yang tidak,” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya menilai suasana politik saat ini cukup kondusif untuk membuka kasus tersebut secara serius.






