Menu

Mode Gelap
Apresiasi kepada Buruh: Tulang Punggung Pembangunan Nasional Syahganda Nainggolan : Masuknya Jumhur Hidayat Dalam Kabinet Sebagai Langkah Tepat Prabowo ASN Boleh Kritik Presiden, Ini Penjelasan Hukumnya Prabowo di Hadapan Buruh Bicara Ojol Setahun Mengabdi, Heritage Medical Bekasi Prioritaskan Kesembuhan Pasien Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026

SOSIAL

Qurban Self-Care: Rahasia Membersihkan Jiwa di 10 Hari Pertama Żulḥijjah

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta- Pernahkah Anda membayangkan bahwa ibadah kurban adalah bentuk self-care atau perawatan diri yang paling hakiki dalam Islam? Jika biasanya kita melakukan perawatan diri dengan memanjakan fisik, perspektif berbeda ditawarkan dalam ritual sepuluh hari pertama bulan Żulḥijjah. Masa ini bukan sekadar hitung mundur menuju hari penyembelihan, melainkan periode “detoksifikasi” spiritual untuk membersihkan jiwa hamba dari noda-noda duniawi dan sifat mementingkan diri sendiri.

Rahasia pertama dalam qurban self-care ini terletak pada kepatuhan menjaga identitas spiritual melalui simbol fisik. Bagi siapa saja yang telah berniat berkurban, ia sangat dianjurkan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak fajar satu Żulḥijjah hingga hewan kurbannya disembelih. Menahan diri dari memotong kuku dan rambut bukan sekadar aturan teknis, melainkan latihan pengendalian diri (self-control) yang mendalam. Hal ini mengajarkan bahwa kecantikan lahiriah dan keinginan personal harus tunduk sepenuhnya di bawah aturan Sang Khalik, sekaligus menjadi simbol harapan agar setiap bagian tubuh kita dibebaskan dari api neraka.

Kedua, pembersihan jiwa terjadi melalui proses at-tausi’ah atau melapangkan hati. Ibadah kurban adalah bentuk syukur atas nikmat hayat (kehidupan) dan iman yang telah diberikan selama setahun terakhir. Dengan mempersiapkan hewan terbaik yang memenuhi kriteria cukup umur dan prima, kita sebenarnya sedang merawat kesehatan mental agar tidak terjangkit penyakit bakhil atau pelit yang mematikan empati. Menyiapkan kurban dengan hati yang senang dan lapang adalah rahasia untuk mendapatkan ketenangan batin yang tidak bisa dibeli dengan materi apa pun.

Puncaknya adalah momen mengalirkan darah hewan kurban sebagai simbolisme “penyembelihan” ego pribadi. Saat darah menetes ke bumi, seorang hamba akan merasakan kelegaan jiwa karena telah menunaikan amanah cinta. Melalui ritual ini, jiwa kita kembali fitrah, bersih dari keterikatan semu pada harta, dan semakin dekat kepada-Nya. Pastikan sepuluh hari pertama Żulḥijjah Anda tahun ini menjadi momentum perawatan jiwa terbaik demi mencapai derajat takwa yang paripurna (Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, Bab 1: Ḥikmah al-Masyrū`iyyah dan Bab 2: al-Maḥaṡ al-Awwal).*

*KH Bachtiar Nasir

Pembina AQL Qurban Care

Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, Bab 1: Ḥikmah al-Masyrū`iyyah dan Bab 2: al-Maḥaṡ al-Awwal)

Foto: dok. AQL

AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan

WA: 0857 1873 5254

IG: @aql.qurbancare

www.qurbancare.org 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026

1 Mei 2026 - 18:45 WIB

The Hidden Defects: Cacat Hewan yang Bikin Qurban Kamu Jadi “Daging Biasa”

1 Mei 2026 - 17:34 WIB

Age Matters: Kenapa Kambing Harus “Poel”? Bedah Tuntas Syarat Minimal Usia

30 April 2026 - 07:40 WIB

Populer PENDIDIKAN