Menu

Mode Gelap
Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026 Gelar Deklarasi Papua Damai, Pemuda KMPN Tegaskan Dukung Pembangunan dan NKRI The Hidden Defects: Cacat Hewan yang Bikin Qurban Kamu Jadi “Daging Biasa” INDEF: Ekonomi RI Melambat, Proyeksi TW2-2026 Hanya 5,1 Persen Rupiah Tertekan ke Rp17.400, BI tak Bisa Kerja Sendiri Defisit APBN Triwulan I Capai 0,93 Persen, Lampu Kuning Fiskal RI

PENDIDIKAN

The Hidden Defects: Cacat Hewan yang Bikin Qurban Kamu Jadi “Daging Biasa”

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Banyak orang menyangka bahwa selama hewan kurban memiliki tubuh yang besar dan gemuk, maka ibadahnya otomatis sah. Namun, dalam timbangan fiqih yang teliti, ada detail-detail fisik yang jika diabaikan bisa menggugurkan status ibadah kurban Anda.

Tanpa pemeriksaan yang jeli terhadap cacat-cacat tertentu, hewan yang Anda beli dengan harga mahal berisiko turun derajat menjadi sekadar “sembelihan daging biasa”, artinya Anda tetap mendapat daging untuk dimakan, tetapi kehilangan pahala besar dari syiar kurban itu sendiri.

Parameter utama yang harus diperhatikan adalah empat cacat fisik yang telah digariskan secara eksplisit dalam hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sebagai penghalang keabsahan kurban.

Pertama adalah buta sebelah yang jelas kebutaannya (al-’aura’ al-bayyin `auruhā). Kedua, hewan yang tampak jelas sakitnya (al-marīḍah al-bayyin maraḍuhā), seperti hewan yang terkena penyakit kulit atau infeksi yang merusak kualitas daging.

Ketiga, pincang yang jelas (al-`arjā’ al-bayyin ḍal’uhā) sehingga menghalangi hewan tersebut untuk berjalan bersama kawanannya menuju tempat merumput.

Keempat, hewan yang sangat kurus hingga seolah tidak memiliki sumsum tulang (al-kasīr allatī la tunqī). Keempat kondisi ini mutlak membuat kurban tidak sah karena dianggap mengurangi nilai kehormatan sebuah persembahan kepada Allah.

Selain cacat mayor tersebut, terdapat pula “cacat tersembunyi” atau kondisi makruh yang sebaiknya dihindari demi mengejar kesempurnaan ibadah. Misalnya, hewan yang telinganya terpotong lebih dari sepertiga, ekor yang putus, atau tanduk yang patah hingga pangkalnya. Syariat mengajarkan kita untuk istisyrāf, yakni benar-benar meneliti mata dan telinga hewan agar bebas dari kerusakan.

Memberikan yang terbaik bukan sekadar soal berat timbangan, melainkan soal integritas fisik hewan sebagai bentuk pengagungan terhadap syiar Allah. Dengan memastikan hewan kurban bebas dari cacat-cacat ini, Anda sedang memastikan bahwa darah yang mengalir adalah bukti ketakwaan yang utuh, bukan sekadar transaksi ekonomi di pasar ternak.

*KH Bachtiar Nasir

Pembina AQL Qurban Care

Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Ahkām al-Uḍḥiyah, Bab 1: al-Mabḥaṡ aṡ-ṡāmin dan at-Tāsi’

Foto: dok. AQL

AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan

WA: 0857 1873 5254

IG: @aql.qurbancare

www.qurbancare.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026

1 Mei 2026 - 18:45 WIB

Age Matters: Kenapa Kambing Harus “Poel”? Bedah Tuntas Syarat Minimal Usia

30 April 2026 - 07:40 WIB

Qurban Checklist: Panduan Memilih Hewan Anti-Gagal Menurut Fiqih

29 April 2026 - 09:20 WIB

Populer PENDIDIKAN