INAnews.co.id, Jakarta– Wacana pemakzulan Presiden Prabowo yang ramai diperbincangkan publik disebut bukan murni aspirasi rakyat. Analis geopolitik Amir Hamzah dan mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu sama-sama menunjuk aktor-aktor di balik layar sebagai penggerak utama. Amir mengidentifikasi setidaknya tiga kelompok dengan agenda berbeda: yang ingin menjatuhkan Prabowo agar Gibran naik, yang ingin memakzulkan Gibran sembari mempertahankan Prabowo, dan yang menginginkan keduanya turun tanpa memiliki figur pengganti.
“Fragmentasi kepentingan ini justru menunjukkan lemahnya basis pemakzulan,” kata Amir, dalam diskusi di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Said Didu lebih blak-blakan (menuding). Menurutnya, aktor utama yang sesungguhnya menginginkan Prabowo jatuh adalah Jokowi beserta jaringan pendukungnya. Penyebabnya: untuk pertama kali dalam sejarah republik, ada presiden yang berani menyentuh oligarki dan para pelindungnya secara langsung.






