INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencapaian ketahanan pangan yang ia sebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia. Per 10 Mei 2026, pemerintah menguasai cadangan beras sebesar 5,3 juta ton, melonjak tajam dari 3,25 juta ton pada Desember 2025. Cadangan yang ada bahkan melebihi kapasitas gudang milik pemerintah sehingga harus menyewa gudang tambahan.
“Tim pertanian saya luar biasa. Saya beri target 4 tahun, mereka hasilkan swasembada dalam 1 tahun,” kata Prabowo dalam pidato penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).
Prabowo juga mengumumkan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen—untuk pertama kalinya dalam sejarah RI. Pemerintah kini fokus mengawasi distribusi agar pupuk bersubsidi tidak diselewengkan.
Di bidang program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 62,4 juta penerima menikmati program ini setiap hari, mencakup 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868.000 ibu hamil. Pemerintah berencana memperluas MBG kepada 500.000 lansia yang hidup sendiri. Lebih dari 3.000 dapur yang bermasalah telah ditutup dan pemerintah membuka pintu bagi anggota DPR serta kepala daerah untuk mengawasi langsung seluruh dapur MBG di wilayahnya.






