Menu

Mode Gelap
Program MBG Dinilai Bakar Uang, Pacu Kejatuhan Rupiah Rupiah Terancam Tembus Rp25.000, Ekonom Peringatkan Krisis Pengukuhan Gelar dan Sertifikasi Internasional 2026 Resmi Digelar di Purbalingga Legal Belum Tentu Benar: Membongkar Jebakan Legalisme Autokratik Fungsi Pengawasan DPR Dinilai Telah Lumpuh Tiga Ekonom Serukan Koreksi Fiskal, Hentikan Penyangkalan

POLITIK

Program MBG Dinilai Bakar Uang, Pacu Kejatuhan Rupiah

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom Ferry Latuhihin menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp335 triliun sebagai salah satu penyebab utama pelemahan rupiah dan memburuknya keberlanjutan fiskal Indonesia.

Menurut Ferry, anggaran MBG jauh melampaui kebutuhan riil. Berdasarkan data Susenas, ia memperkirakan anak sekolah yang benar-benar kekurangan gizi hanya sekitar 7 juta orang, bukan 83 juta seperti yang dijadikan sasaran program. Dengan demikian, anggaran yang dibutuhkan seharusnya tidak lebih dari Rp10 triliun.

Ia juga mengkritik pelaksanaan program yang langsung diterapkan secara massal tanpa tahap uji coba (piloting). “Biasanya kan kita piloting dulu 10 sekolah, 20 sekolah, jalan apa enggak logistiknya,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Gerakan Rakyat, Jumat (29/5/2026).

Ferry memperingatkan bahwa debt service ratio Indonesia kemungkinan sudah mencapai 25 persen, jauh melampaui ambang batas 15 persen yang menjadi sinyal lampu kuning bagi lembaga pemeringkat. Ia mendesak pemerintah segera memoaratorium MBG untuk mencegah downgrade rating oleh S&P dari BBB menjadi BBB minus, yang berpotensi membuat Indonesia kehilangan status investment grade.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Fungsi Pengawasan DPR Dinilai Telah Lumpuh

29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Tiga Ekonom Serukan Koreksi Fiskal, Hentikan Penyangkalan

29 Mei 2026 - 18:12 WIB

Danantara Cengkeraman Baru atas Ekspor SDA?

28 Mei 2026 - 07:22 WIB

Populer POLITIK