INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom Ferry Latuhihin memperingatkan rupiah berpotensi melemah hingga Rp25.000 per dolar AS antara Juli hingga Desember 2025. Ia menyebut pelemahan ini bukan sekadar dampak global, melainkan akibat kesalahan kebijakan domestik yang menumpuk.
“Ini boroknya ada di kita,” tegas Ferry dalam wawancara di kanal YouTube Gerakan Rakyat, Jumat (29/5/2026).
Ferry memprediksi rupiah akan menyentuh Rp20.000 pada Juni 2025, kemudian Rp22.000 pada Juli, dan berpotensi menembus Rp25.000 sebelum akhir tahun. Proyeksi tersebut didasarkan pada perhitungan yield obligasi pemerintah Indonesia yang seharusnya minimal 10% jika mempertimbangkan default risk premium dan currency risk premium, jauh di atas kupon SBN yang beredar saat ini.
Ia juga memperingatkan bahwa jika defisit neraca pembayaran dan defisit APBN terjadi bersamaan (twin deficit), Indonesia rentan terhadap serangan spekulatif seperti yang dialami pada krisis 1998. Jika Tiongkok turut melakukan tekanan dengan menjual rupiah dan membeli dolar, cadangan devisa sebesar 146 miliar dolar, yang menurutnya 60 persen sudah terikat sebagai pembayaran utang, tidak akan mampu bertahan.






