INAnews.co.id, Jakarta– Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said menyebut penyelenggaraan negara telah berubah fungsi, dari instrumen pelayan rakyat menjadi mesin politik elektoral yang dipakai untuk memupuk dan memperpanjang kekuasaan atas nama keserakahan.
Dalam siaran YouTube-nya bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026), Sudirman Said mengatakan banyak pejabat publik memperlakukan kekuasaan negara sebagai aset pribadi. “Banyak orang terdorong masuk ke kekuasaan publik bukan untuk melayani, tetapi untuk mengejar kepentingan privat beserta keluarga dan kerabatnya,” ujar Sudirman.
Ia juga menyebut kondisi ini sebagai “bentuk baru kolonialisme”, bedanya, penjajahan kali ini dilakukan oleh bangsa sendiri, bahkan oleh mereka yang dipilih dan dibiayai rakyat. Korupsi, nepotisme, dan perkoncoan disebut Sudirman sebagai penghancur meritokrasi yang makin tak terkendali.






