INAnews.co.id, Jakarta- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya anomali harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang tidak ikut naik meski harga CPO dunia melonjak. Persoalan ini sempat membuat Presiden langsung menghubungi Amran untuk meminta penjelasan.
Amran menjelaskan, harga CPO dunia naik dan dolar menguat sekitar 10%, namun harga TBS di tingkat petani justru turun. “Ini tidak masuk akal, sama dengan kejadian dengan minyak goreng,” katanya.
Sebagai respons, Kementerian Pertanian mengumpulkan pelaku usaha kelapa sawit dari seluruh Indonesia yang mewakili sekitar 700 dari total 1.900 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada. Hasilnya, ditemukan 274 PKS yang belum menaikkan harga TBS sesuai ketentuan.
Amran menegaskan pihaknya langsung mengirim surat kepada Kapolri dengan tembusan ke Kapolda dan Direktorat Kriminal Khusus di masing-masing wilayah agar persoalan ini ditindaklanjuti. Setelah surat tersebut dikirim, jumlah PKS yang belum menaikkan harga TBS berkurang menjadi sekitar 100, dengan kenaikan harga di kisaran 90 persen sudah kembali normal.
“Kami minta jangan bermain-main, jangan korbankan rakyat,” tegas Amran, merujuk pada nasib petani plasma sawit dan keluarganya yang jumlahnya mencapai jutaan orang. Ia menyebut pemerintah berharap implementasi sistem satu pintu dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mencegah kebocoran dalam tata niaga sawit.






