INAnews.co.id, Jakarta– Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana, menegaskan peran strategis IPB University dalam perjalanan program biofuel nasional. Dalam sambutannya di Sarasehan Energi, Rabu (10/6/2026), Dadan mengingatkan bahwa bus-bus di Kota Bogor adalah saksi bisu sejarah biodiesel Indonesia, merekalah kendaraan pertama yang menggunakan biodiesel berbasis minyak goreng bekas, dengan alat produksi yang dibuat oleh IPB.
“Terima kasih IPB yang dari awal sudah menginisiasi program-program ini,” ujar Dadan. Ia menyebut kontribusi IPB dalam perjalanan dari B30 ke B40 sangat nyata, termasuk melalui uji jalan 50.000 km yang membuka jalan bagi standarisasi biodiesel nasional.
“Pupuk itu dasarnya dari sektor energi. Jika lifting gas tidak bagus, produksi pupuk pun terganggu, dan ketahanan pangan ikut terancam,” ujar Dadan Kusdiana.
Dadan juga mengingatkan keterkaitan mendasar antara energi dan pangan. Kebutuhan pupuk nasional mencapai 9 juta ton per tahun, dan hampir seluruhnya diproduksi dari gas alam. Artinya, jika pasokan gas terganggu, produksi pupuk ikut terpukul, dan ketahanan pangan nasional pun terancam.
Sarasehan ini, menurut Dadan, merupakan bagian dari tur sosialisasi DEN ke perguruan tinggi utama Indonesia, dari Bandung, Jakarta, Bogor, hingga Surabaya dan Semarang, atas arahan langsung Menteri ESDM selaku Ketua Harian DEN. Tujuannya adalah menjelaskan secara terbuka kebijakan energi yang sedang berjalan kepada publik akademis.
Ke depan, Dadan mendorong IPB untuk memperluas kiprahnya ke bioetanol, biogas, dan program hilirisasi biomassa, sejalan dengan arah kebijakan presiden yang menargetkan kedaulatan energi berbasis sumber daya hayati dalam negeri.






