Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

UPDATE NEWS

Pariwisata Halal RI Terjun Bebas

badge-check


					Pariwisata Halal RI Terjun Bebas Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Sektor pariwisata ramah muslim Indonesia mengalami penurunan drastis dalam SGIE 2025-2026. Dari posisi pertama yang dipertahankan selama dua tahun berturut-turut (2023 dan 2024), Indonesia kini tak lagi masuk lima besar.

Peneliti INDEF, Handi Risza, menilai penurunan ini bukan semata karena Indonesia stagnan, melainkan karena negara-negara pesaing bergerak jauh lebih agresif.

“Skor kita mungkin stabil, tetapi negara lain bergerak jauh lebih cepat untuk merebut pasar wisata halal global,” ujarnya dalam diskusi yang disiarkan Senin (8/6/2026).

Ia mengidentifikasi beberapa penyebab utama: lemahnya promosi digital, terbatasnya konektivitas penerbangan langsung ke destinasi wisata potensial, dan masih adanya kesalahpahaman bahwa wisata muslim identik dengan islamisasi destinasi.

“Konsepnya adalah extended service, layanan tambahan seperti makanan halal dan fasilitas ibadah, tanpa membatasi wisatawan umum,” jelasnya.

Handi merekomendasikan percepatan transformasi digital, peningkatan infrastruktur konektivitas, serta pelatihan sumber daya manusia berstandar pelayanan internasional.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026

22 Juli 2026 - 19:13 WIB

Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Juli 2026 - 09:35 WIB

Indonesia Raih Penghargaan PBB untuk Digitalisasi Pendidikan

21 Juli 2026 - 16:58 WIB

Populer UPDATE NEWS