INAnews.co.id, Jakarta– Produk-produk buatan Indonesia memang telah memasuki pasar Peru, namun jangkauannya masih sangat terbatas pada segmen masyarakat berpenghasilan tinggi yang terkonsentrasi di ibu kota Lima. Hal ini diakui para pelaku usaha Peru sendiri.
Marina Estella Anwar Bey, Dubes RI untuk Peru dan Bolivia 2018-2023 menceritakan pengalamannya bertemu dengan pengusaha tekstil yang menjual kain batik asal Bali dan produk bernilai tinggi lainnya. “Dia bilang, pasar saya cuma orang-orang kaya di Lima,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Newlitics yang tayang Rabu (24/6/2026).
Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya disparitas ekonomi di Peru. Sekitar 65 persen dari 33 juta penduduk Peru tinggal di ibu kota Lima, sementara daya beli masyarakat di luar ibu kota masih sangat rendah. Produk-produk Indonesia seperti kendaraan merek Toyota dan Mitsubishi, sepatu olahraga, mesin cuci, serta ban mobil memang telah hadir di Peru, namun kebanyakan hanya terjangkau oleh kelas menengah atas.
Di sisi positif, neraca perdagangan Indonesia dengan Peru terus mencatatkan surplus. Dari 285 juta dolar AS saat Dubes Stella tiba pada 2018, angkanya meningkat hingga melampaui 400 juta dolar AS menjelang akhir masa tugasnya.






