Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

GLOBAL

Pasar Produk Indonesia di Peru Hanya Kalangan Orang Kaya Lima

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Produk-produk buatan Indonesia memang telah memasuki pasar Peru, namun jangkauannya masih sangat terbatas pada segmen masyarakat berpenghasilan tinggi yang terkonsentrasi di ibu kota Lima. Hal ini diakui para pelaku usaha Peru sendiri.

Marina Estella Anwar Bey, Dubes RI untuk Peru dan Bolivia 2018-2023 menceritakan pengalamannya bertemu dengan pengusaha tekstil yang menjual kain batik asal Bali dan produk bernilai tinggi lainnya. “Dia bilang, pasar saya cuma orang-orang kaya di Lima,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Newlitics yang tayang Rabu (24/6/2026).

Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya disparitas ekonomi di Peru. Sekitar 65 persen dari 33 juta penduduk Peru tinggal di ibu kota Lima, sementara daya beli masyarakat di luar ibu kota masih sangat rendah. Produk-produk Indonesia seperti kendaraan merek Toyota dan Mitsubishi, sepatu olahraga, mesin cuci, serta ban mobil memang telah hadir di Peru, namun kebanyakan hanya terjangkau oleh kelas menengah atas.

Di sisi positif, neraca perdagangan Indonesia dengan Peru terus mencatatkan surplus. Dari 285 juta dolar AS saat Dubes Stella tiba pada 2018, angkanya meningkat hingga melampaui 400 juta dolar AS menjelang akhir masa tugasnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Machu Picchu dan Ribuan Spesies Kentang, Pesona Peru yang Tak Terduga

26 Juni 2026 - 07:45 WIB

Lima Kali Ganti Presiden dalam Lima Tahun, Begini Politik Peru

25 Juni 2026 - 18:07 WIB

Bolivia Kuasai Litium Dunia, Rakyatnya Masih Hidup Miskin

25 Juni 2026 - 14:01 WIB

Populer GLOBAL