Menu

Mode Gelap
Rating Investasi Aman, Bukan Berarti Ekonomi Sudah Nyaman Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

GLOBAL

Bolivia Kuasai Litium Dunia, Rakyatnya Masih Hidup Miskin

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Bolivia menyandang status sebagai negara dengan cadangan litium terbesar di dunia, namun tingkat kesejahteraan rakyatnya justru berada di bawah rata-rata Indonesia. Marina Estella Anwar Bey, Dubes RI untuk Peru dan Bolivia 2018-2023 menyebut kondisi ini sebagai dampak dari sistem pemerintahan sosialis yang dianut Bolivia di bawah kepemimpinan Evo Morales.

“Karena kan dia sosialis, jadi enggak boleh yang kaya,” kata Stella dalam wawancara di kanal YouTube Newlitics yang tayang Rabu (24/6/2026).

Sistem tersebut membatasi kepemilikan aset pribadi, termasuk tanah, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi berbasis investasi.

Upaya Indonesia untuk mengimpor litium dari Bolivia pun menemui jalan buntu. Proses pengadaan yang harus melalui mekanisme lelang terbuka membuat Indonesia sulit bersaing dengan China dan Korea Selatan yang selama ini mendominasi pasar litium Bolivia.

Di sisi lain, Bolivia juga merupakan negara terkurung daratan atau landlocked, sehingga harus mengandalkan pelabuhan Peru dan Chile untuk kegiatan ekspor-impor. Kondisi ini turut menjadi penghambat pertumbuhan ekonominya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Machu Picchu dan Ribuan Spesies Kentang, Pesona Peru yang Tak Terduga

26 Juni 2026 - 07:45 WIB

Pasar Produk Indonesia di Peru Hanya Kalangan Orang Kaya Lima

25 Juni 2026 - 22:15 WIB

Lima Kali Ganti Presiden dalam Lima Tahun, Begini Politik Peru

25 Juni 2026 - 18:07 WIB

Populer GLOBAL