INAnews.co.id, Jakarta– Inflasi bulanan (month on month) tercatat naik 0,44 persen, sementara inflasi tahunan (year on year) melonjak dari 3,03 persen menjadi 3,34 persen. Ferry Latuhihin menyoroti bahwa angka ini adalah inflasi umum untuk seluruh kelompok barang.
Yang lebih mengkhawatirkan, menurut perkiraannya, inflasi kelompok pangan dan bahan bakar minyak yang bersifat volatile sudah berada di atas 7 persen, jauh melampaui angka inflasi umum.
“Ini tiga berita yang tidak baik untuk kinerja ekonomi kita,” kata Ferry Latuhihin dalam video di kanal YouTube pribadinya, Kamis (2/7/2026), menempatkan data inflasi ini sebagai satu dari tiga sinyal buruk yang mencuat bersamaan dengan anjloknya PMI manufaktur dan defisit neraca dagang.






