News Feed
light_mode
Trending Tags

Akar Masalah Rupiah Tertekan karena Institusi Lemah, Kata Guru Besar UI

  • account_circle Robi
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta- Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat bukan semata akibat gejolak eksternal, melainkan juga dipicu oleh persoalan struktural di dalam negeri, khususnya lemahnya kualitas institusi dan regulasi. Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Prof. Telisa Aulia Falianty, dalam podcast INDEF yang tayang Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan hasil dekomposisi atau pemecahan faktor penyebab pergerakan rupiah, Telisa menjelaskan kontribusi faktor global dan domestik relatif seimbang, masing-masing mendekati 50 persen. Secara rinci, penurunan cadangan devisa menyumbang sekitar 6,3 persen, penguatan dolar AS sekitar 5 persen, selisih suku bunga sekitar 4 persen, dan rasio harga ekspor-impor (terms of trade) sekitar 15 persen. Adapun faktor spekulasi, sentimen negatif, dan elemen global lain yang sulit dikuantifikasi menyumbang porsi terbesar, yakni sekitar 60 persen.

Menurut Telisa, faktor spekulasi dan sentimen tersebut sejatinya hanya “gejala”, bukan akar masalah. Ia mengibaratkan kondisi ekonomi Indonesia seperti tubuh yang demam: kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia berfungsi sebagai parasetamol yang meredakan gejala dengan cepat, namun tidak menyembuhkan penyakit yang sesungguhnya.

“Kalau strukturalnya tergerus, sentimen itu bisa muncul lagi. Root problem-nya adalah institutional problem,” kata Telisa.

Ia menilai investor asing sebenarnya tidak memandang buruk fundamental Indonesia, mengingat pertumbuhan ekonomi domestik masih tercatat tinggi serta didukung bonus demografi dan modal sosial yang kuat. Namun, Indonesia dinilai belum menemukan bentuk institusi dan regulasi yang solid dan konsisten, berbeda dengan negara seperti Iran yang menurutnya tetap mampu tumbuh 3-4 persen di tengah tekanan embargo dan perang karena memiliki institusi yang kokoh.

Kenaikan BI Rate sebesar 75 basis poin dalam dua kali kebijakan disebut mulai membuahkan hasil, dengan rupiah menguat kembali ke kisaran Rp17.000 per dolar AS. Selain suku bunga, Bank Indonesia juga menempuh sejumlah instrumen lain, seperti operasi pasar melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), triple intervention di pasar spot dan Non-Deliverable Forward (NDF), penguatan devisa hasil ekspor (DHE), serta perluasan penggunaan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS) dengan mitra dagang seperti Tiongkok dan Malaysia untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Telisa mengingatkan pelemahan rupiah berdampak langsung pada inflasi melalui jalur imported inflation, terutama pada barang berkandungan impor tinggi seperti elektronik, obat-obatan, dan otomotif. Tekanan ini diperparah oleh kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi, yang menurutnya juga dipengaruhi oleh pelemahan rupiah terhadap biaya impor dan logistik PT Pertamina.

Dari hasil kajiannya, kelompok yang paling rentan terhadap gejolak nilai tukar bukanlah kelas bawah, melainkan kelas menengah dan calon kelas menengah (aspiring middle class). Kelompok ini dinilai memiliki eksposur lebih besar terhadap barang dan jasa berbasis impor, mulai dari perangkat digital, layanan kesehatan dan kecantikan, hingga biaya pendidikan ke luar negeri.

Telisa juga menyoroti pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, termasuk konsistensi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), agar kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik dapat pulih. Ia mencontohkan mulai adanya evaluasi menyeluruh terhadap salah satu program prioritas nasional pascakasus dugaan korupsi, yang dinilainya sebagai bentuk evolusi positif dalam tata kelola anggaran.

Ihwal proyeksi ke depan, Telisa memperkirakan nilai tukar rupiah berpeluang menguat ke kisaran Rp16.500–Rp16.800 per dolar AS dalam skenario terbaik apabila stabilitas geopolitik global membaik dan soliditas domestik terjaga. Sebaliknya, dalam skenario terburuk akibat ketidaksolidan domestik dan minimnya sinergi kebijakan, rupiah berisiko melemah hingga ke level Rp19.000–Rp20.000 per dolar AS.

Terkait inflasi, ia memperkirakan laju inflasi masih berpeluang berada di kisaran target pemerintah sebesar 2,5 plus-minus 1 persen apabila kondisi kondusif, namun berpotensi melampaui 4 persen jika sentimen negatif dan ketidaksolidan domestik terus berlanjut. Adapun Bank Dunia (World Bank) sebelumnya telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sekitar 5 persen, lebih rendah dari target pemerintah 5,6-5,8 persen, seiring tekanan terhadap daya beli dan investasi.

Di akhir diskusi, Telisa menegaskan tantangan terbesar Indonesia bukanlah pihak asing, melainkan ketidaksolidan di dalam negeri sendiri. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersatu memperkuat kepercayaan terhadap kinerja ekonomi nasional, sebagaimana pernah terjadi saat penanganan pandemi COVID-19.

“Musuh kita sebenarnya adalah ketidakpercayaan terhadap kinerja ekonomi Indonesia sendiri,” ujarnya.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Dihadapan Civitas Akademia UPN Veteran Yogyakarta, Bamsoet Ingatkan Potensi Ancaman Bangsa

    Dihadapan Civitas Akademia UPN Veteran Yogyakarta, Bamsoet Ingatkan Potensi Ancaman Bangsa

    • calendar_month Kamis, 17 Des 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

      INAnews.co.id,YOGYAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan setidaknya ada tiga tantangan Indonesia sebagai ‘center of gravity’ komunitas global. Pertama, memiliki sekitar 270 juta penduduk dengan 733 bahasa, terdiri dari 1.340 suku, dan 6 agama serta beragam aliran kepercayaan, sehingga sangat rentan untuk ‘diadu domba’.  Kedua, kondisi geografis sebagai negara kepulauan yang terletak di […]

  • BELL dan PT Dirgantara Indonesia Sukses Kirim Pesawat ke-70

    BELL dan PT Dirgantara Indonesia Sukses Kirim Pesawat ke-70

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Bell Textron Inc., dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) merayakan pencapaian pengiriman pesawat ke-70 dari Bell untuk PTDI.

  • BNI Syariah Raih Penghargaan Internasional di Alpha Southeast Asia Award 2019

    BNI Syariah Raih Penghargaan Internasional di Alpha Southeast Asia Award 2019

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2019
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Kuala Lumpur – BNI Syariah raih penghargaan internasional sebagai Best Islamic Finance SME Bank 2019 di wilayah Asia Tenggara dalam acara 13th Annual Best Financial Institution Awards.

  • Rayakan Libur Akhir Tahun Dengan “Year-End Holiday Offers” di Maxone Hotel Kramat Jakarta

    Rayakan Libur Akhir Tahun Dengan “Year-End Holiday Offers” di Maxone Hotel Kramat Jakarta

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id,  Jakarta  – Di tengah ritme kota yang tak pernah benar-benar berhenti, libur akhir tahun menjadi momen berharga untuk memperlambat langkah, menarik napas sejenak, dan menikmati kebahagiaan dalam bentuk yang sederhana. Menangkap semangat tersebut, Maxone Hotel Kramat Jakarta, menghadirkan Year-End Holiday Offers, sebuah penawaran staycation yang dirancang untuk menemani momen akhir tahun dengan rasa hangat, santai, […]

  • Deputi Seskab Bidang Perekonomian Sebut Vaksin COVID-19 Bangkitkan Optimisme Hadapi 2021

    Deputi Seskab Bidang Perekonomian Sebut Vaksin COVID-19 Bangkitkan Optimisme Hadapi 2021

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta- Deputi Sekretaris Kabinet (Seskab) Bidang Perekonomian Satya Bhakti Parikesit menyampaikan bahwa salah satu fungsi Sekretariat Kabinet adalah untuk melakukan evaluasi, analisis, serta memberikan rekomendasi program dan kebijakan kepada Presiden, termasuk dalam konteks pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan topik Tinjauan Pelaksanaan Kebijakan […]

  • Sekretariat Jenderal Kemenkumham dan Bank Syariah Mandiri Jalin Kerjasama Pembayaran Gaji Pegawai

    Sekretariat Jenderal Kemenkumham dan Bank Syariah Mandiri Jalin Kerjasama Pembayaran Gaji Pegawai

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta-Saat ini pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memiliki opsi didalam penyaluran gajinya. Jika sebelumnya penyaluran gaji telah terintegrasi dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) saja, sekarang ada pilihan lainnya, yaitu penyaluran bisa melalui Bank Syariah Mandiri (BSM). Kemenkumham didalam melaksanakan amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 11/PMK.05/2016 tentang […]

expand_less