Menu

Mode Gelap
Cadangan Devisa Tergerus, Bank Indonesia Habis-habisan Jaga Rupiah APBN Kedodoran, Utang Rp200 Triliun ke PLN dan Pertamina Ditunda Bayar Inflasi Merangkak Naik, Harga Pangan Diperkirakan Tembus 7 Persen Neraca Dagang Jebol, Rekor Surplus 72 Bulan Berakhir PMI Longsor ke-46,9, Sinyal Badai PHK di Depan Mata Pengamat Menyoal KPK Selidiki Pengakuan Raja Juli Terima Amplop Bupati

KEUANGAN

APBN Kedodoran, Utang Rp200 Triliun ke PLN dan Pertamina Ditunda Bayar

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tercatat 2,96 persen, tepat di bawah ambang batas 3 persen. Namun Ferry Latuhihin menuding angka ini “dipoles” karena pemerintah menunda pembayaran utang subsidi dan kompensasi ke PLN yang mencapai sekitar Rp110 triliun.

Ditambah utang ke Pertamina sekitar 4,5 miliar dolar AS, setara sekitar Rp80 triliun dengan kurs saat ini—total tunggakan ke dua entitas ini mencapai sekitar Rp200 triliun. Jika utang-utang tersebut dibayarkan, Ferry yakin defisit riil APBN 2025 akan melampaui 3 persen.

Ia juga mempertanyakan defisit yang tercatat pada Mei sebesar Rp164 triliun, menyebutnya masih berupa angka gross yang belum memperhitungkan restitusi pajak yang ditahan, yang jika dibayarkan bisa membuat defisit membengkak ke kisaran Rp200-210 triliun.

“Saya khawatir pemerintah tidak sanggup mempertahankan defisit APBN di bawah 3 persen,” tegas Ferry Latuhihin dalam video di kanal YouTube pribadinya, Kamis (2/7/2026). Ia memperingatkan risiko konkret dari kesulitan keuangan PLN: potensi pemadaman listrik bergilir akibat keterbatasan dana membeli batu bara yang dibayar dalam dolar, di tengah rupiah yang terus tertekan mendekati Rp18.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Independensi Bank Indonesia Terancam Gara-Gara UU P2SK

3 Juli 2026 - 16:06 WIB

Krisis Kepercayaan Biang Kerok Rupiah (Pernah) Tembus 18.000

1 Juli 2026 - 15:45 WIB

Bank Mandiri: Koordinasi Fiskal-Moneter Sokong Stabilitas Rupiah dan IHSG

26 Juni 2026 - 16:31 WIB

Populer KEUANGAN