Menu

Mode Gelap
Perbankan Syariah Tumbuh, UMKM [Masih] Tertinggal Kemendes Gandeng 10 Asosiasi Desa Kawal Program Koperasi Merah Putih Peringkat Ekonomi Syariah Indonesia Turun, INDEF Ungkap Penyebabnya Zulkifli Hasan: Kopdes Merah Putih Jadi Infrastruktur Distribusi Bansos Siap Rajai Pasar Lampu Kendaraan, Conpex Kucurkan USD 30 Juta di Indonesia Prabowo Genjot Koperasi Merah Putih dengan Hapus Utang Petani

POLITIK

Kemendes Gandeng 10 Asosiasi Desa Kawal Program Koperasi Merah Putih

badge-check


					Foto: Yandri Susanto/tangkapan layar Perbesar

Foto: Yandri Susanto/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengungkapkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) akan bersinergi dengan sepuluh asosiasi desa sebagai mitra strategis dalam menjalankan program prioritas Presiden. Hal itu disampaikan Yandri dalam konferensi pers, Rabu (15/7/2026).

Yandri menjelaskan, kesepuluh asosiasi tersebut terdiri atas empat asosiasi kepala desa, dua asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dua asosiasi perangkat desa, satu asosiasi mantan kepala desa, serta satu gerakan masyarakat desa. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan implementasi Asta Cita keenam, termasuk di dalamnya 12 program aksi bangun desa seperti pengembangan desa tematik jagung, padi, ikan nila, ikan lele, hingga cokelat.

Ia menegaskan, Kopdes akan berperan sebagai off-taker atau penampung hasil produksi desa dengan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah lebih dulu berjalan. Yandri memastikan keberadaan BUMDes dan Kopdes tidak akan saling berbenturan, melainkan berkolaborasi agar kegiatan ekonomi desa tetap sesuai dengan potensi masing-masing wilayah, mengingat jumlah desa di Indonesia mencapai 75.266 dengan karakteristik yang beragam.

Terkait kesiapan operasional, Yandri mengakui Kopdes saat ini masih dalam tahap pembangunan gerai, gudang, serta pengadaan armada operasional seperti truk, pick up, dan motor roda tiga. Meski begitu, ia mengklaim banyak desa tematik telah menjadi pemasok utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam setahun terakhir, dengan hampir seribu BUMDes turut berkontribusi sebagai penyuplai.

Yandri juga membeberkan skema pembagian hasil usaha Kopdes, di mana 20 persen keuntungan akan masuk sebagai pendapatan asli desa, sementara 80 persen sisanya dikembalikan kepada masyarakat desa. Skema ini, menurutnya, menjadi alasan pemerintah desa memiliki kepentingan besar agar program Kopdes berjalan sukses.

Sebagai langkah transparansi publik, Kementerian Desa dijadwalkan menggelar Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih di Taman Mini Indonesia Indah pada Kamis (16/7/2026). Seminar akan dihadiri perwakilan dari 38 provinsi, mencakup kepala desa, BPD, perangkat desa, mantan kepala desa, kepala daerah, pengurus koperasi, akademisi, Kementerian Koperasi, Agrinas Pangan yang mendapat mandat dua tahun untuk mengoperasionalkan Kopdes, serta unsur TNI.

Yandri menyebut forum tersebut sebagai ajang publik pertama untuk membahas pola kerja sama antarpihak sekaligus memaparkan langkah mitigasi agar penyimpangan yang pernah terjadi pada program serupa sebelumnya, seperti MBG, tidak terulang. Rincian mengenai rantai pasok dan pembagian sisa hasil usaha akan disampaikan secara detail dalam seminar tersebut, yang juga akan disiarkan secara langsung melalui live streaming agar dapat diakses seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mikro Koperasi Desa Jadi 8 Persen

14 Juli 2026 - 22:39 WIB

Gejala Indonesia Ambruk

14 Juli 2026 - 17:31 WIB

Regulasi Tokenisasi Aset Digital di Indonesia Dinilai Masih Perlu Perkuat Perlindungan Investor

13 Juli 2026 - 22:17 WIB

Populer POLITIK